Kiai Abdullah Mas'ud: PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak

Senin, 30 November 2020 – 21:48 WIB
Suasana Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tangerang Selatan (PCNU Tangsel) Periode 2020-2025 di Swissbell Hotel, BSD, Tangsel, Minggu malam (29/11/2020). Foto: Dok. PCNU Tangsel

jpnn.com, TANGSEL - Struktur Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tangerang Selatan (PCNU Tangsel) Periode 2020-2025 resmi dilantik oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani mewakili Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Swissbell Hotel, BSD, Tangsel, Minggu malam (29/11/2020).

Hadir dalam Halaqoh Kebangsaan dan Pelantikan PCNU tersebut Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Ketua PWNU Banten KH Bunyamin, Rais Suriyah PCNU KH Zainuddin Abdullah, dan seluruh pengurus baru PCNU Tangsel.

BACA JUGA: PCNU Surabaya Puji Rapid Test Massal yang Digelar BIN

Ketua PCNU Tangsel KH Abdullah Mas'ud mengatakan, dengan telah dilantiknya struktur kepengurusan yang baru, PCNU Tangsel segera menjalankan berbagai program. Salah satunya adalah melakukan kaderisasi.

”Kita targetkan dalam 5 tahun ke depan, memiliki paling tidak 10 ribu kader penggerak,” ujar Mas’ud di sela Halaqoh Kebangsaan dan Pelantikan PCNU bertajuk Konsolidasi Jamiyah untuk Pemberdayaan dan Kemandirian Jama'ah.

BACA JUGA: PCNU Cirebon dan Para Kiai Tolak Pendirian SUTET Dekat Pesantren

Menurut Mas’ud, mayoritas amaliyah masyarakat Tangsel adalah ahlussunnah wal jamaah.

”Umat Muslim Tangsel ini rata-rata NU secara amaliyah. Tugas kita sebagai pengurus NU adalah bagaimana warga NU yang amaliyahnya NU ini dimunculkan kesadaran jam’iyahnya NU. Jadi bagaimana kita harus melakukan proses ideologisasi melalui pengkaderan,” tuturnya.

BACA JUGA: NU Care dan Matahari Gelar Swab Gratis untuk Guru Ngaji

Selain itu, PCNU Tangsel juga menargetkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat RT dan RW. ”Jadi bagaimana kita menjangkau ke RT RW,” urainya.

PCNU Tangsel juga memiliki sejumlah program kerja baik di bidang pendidikan, ekonomi, filantropi, kesehatan, termasuk menggerakkan bidang media.

Dikatakan Mas’ud, di bidang pendidikan, PCNU Tangsel menargetkan di setiap kecamatan bisa didirikan sekolah unggulan sebagai rujukan yang pengelolaannya berada di bawah LP Ma'arif NU.

Kedua, di bidang ekonomi, PCNU akan membangun ekonomi keumatan. Langkah ini selain untuk kemandirian organisasi, juga untuk pemberdayaan warga NU.

“Kita nanti akan membuat holding company, namanya mungkin nanti PT BumiNU Tangsel, Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama Tangerang Selatan. Nanti disitu ada beberapa perusahaan di bawahnya,” urainya.

Di bidang kesehatan, PCNU Tangsel juga bakal membentuk lembaga kesehatan NU Medical Center di setiap kecamatan.

”Lembaga kesehatan ini kita percayakan kepada anak muda yang sekarang sedang menyelesaikan studi S3 di China di bidang kesehatan,” katanya.

Sementara di bidang media, PCNU Tangsel telah menjalin kerja sama dengan NU Online yang berada di bawah PBNU untuk mendirikan NU Online Banten.

”Di bawah LTN, kita sudah menjalin kerjasama dengan NU Online Pusat, dan nanti NU Online perwakilan Banten dipercayakan kepada kita,” urainya.

Hal yang tidak kalah penting adalah menggerakkan bidang filantropi yang selama ini sejak NU berdiri menjadi napas NU yakni menumbuhkan kedermawanan.

”InsyaAllah kita kembangkan lembaga wakaf dan Lazisnu. Kalau Lazisnu ini untuk merespon hal-hal yang mendesak, lebih konsumtif arahnya, tetapi yang jangka panjang adalah lembaga wakaf,” paparnya.

Salah satu target terpenting adalah pembangunan kantor PCNU Tangsel. Sebab, hingga saat ini PCNU Tangsel belum memiliki kantor sendiri.

”Ini penting karena kantor ini kan rumah, pusat komunikasi dan aktivitas dimana gerakan-gerakan bisa kita rumuskan disitu,” katanya.

Oleh karena itu, pembangunan Kantor PCNU menjadi amanat pertama kepengurusan PCNU Periode 2020-2025 yang harus diwujudkan.

”Ini tadi juga kita luncurkan Gerakan Wakaf Pembangunan Kantor PCNU Kota Tangerang Selatan. Di samping itu, tadi kita juga launching Gerakan Sensus Warga NU Kota Tangsel,” pungkasnya. 

Senada dengan Kiai Mas'ud, Rais Syuriah PCNU Tangsel KH Zainuddin Abdullah mengatakan, masyarakat Islam di Tangsel agak unik karena secara amaliyah umumnya penganut paham ahlussunnah wal jamaah, namun secara jamiyah tidak.

"Secara kultural dan akidah, fikrah, pemikiran dasar-dasar keagamaan sama dengan nahdliyun. Mereka juga doyan tahlilal, manakiban, yasinan, qunut, juga memperingati hari-hari besar Islam," katanya.

Oleh karena itu, tugas utama PCNU Tangsel adalah menjamiyahkan mereka yang sudah ahlussunnah waljamaah dalam bendera organisasi NU.

"Kita beri pemahaman ahlussunnah an-nahdliyah. Penambahan kata an-nahdliyah itu penting bagi kita. Kalau soal dituduh bi'dah itu biasa. Kita ajak mereka ke rumah besar Nahdlatul Ulama yang sejuk," tuturnya.

Hal yang paling penting lagi adalah membumikan aswaja an-nahdliyah. Karena itu, seluruh struktur PCNU Tangsel harus mengikuti Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU).(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler