PCNU Surabaya Puji Rapid Test Massal yang Digelar BIN

Senin, 08 Juni 2020 – 22:43 WIB
Ketua PCNU Kota Surabaya KH Muhibbin Zuhri memberikan sambutan pada saat acara rapid test di Surabaya. Foto: dok. BIN

jpnn.com, SURABAYA - Ketua PCNU Kota Surabaya KH Muhibbin Zuhri mengapresiasi langkah Badan Intelijen Negara (BIN) yang menggelar rapid test massal Covid-19 di Surabaya.

Zuhri mengatakan rapid test ini bermanfaat luar biasa untuk warga Surabaya di tengah angka kasus positif di ibu kota Jawa Timur tersebut yang terus meninggi.

BACA JUGA: Menangis Histeris, Gadis Ini Nekat ke Menaiki Kap Mobil Jenazah yang Membawa Jasad Ibunya

"Kami menyampaikan terima kasih kepada BIN dan seluruh jajaran yang bekerja sama dengan pemerintah kota Surabaya menyelenggarakan rapid test di beberapa tempat di kota Surabaya," ucap Zuhri dalam keterangan tertulisnya pada Senin (8/6).

BIN telah menggelar rapid test masal Covid-19 dan swab test sejak 29 Mei 2020 di Surabaya dan Sidoarjo.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Corona Mengganas Lagi, Ketua Dewan Bunuh Diri, Don Juan

Rangkaian kegiatan itu merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Selain menggelar rapid test massal, BIN juga menyumbangkan ribuan alat-alat kesehatan untuk Pemkot Surabaya guna menunjang penanganan medis Covid-19 di ibu kota Jawa Timur ini.

BACA JUGA: Hasil Rapid Test Massal BIN di Surabaya, Ada 1.815 Orang Reaktif

Zuhri berharap adanya rapid test ini, maka pemerintah kota Surabaya menangani pandemi Covid-19 dengan cepat dan tepat untuk memutus rantai penularannya.

"Kami berharap sinergi ini antara BIN dan Pemkot Surabaya dan masyarakat tentunya untuk segera mewujudkan Surabaya bebas Covid-19 agar bisa masuk ke masa transisi untuk kembali ke kehidupan yang normal," ujarnya.

Zuhri  juga mengajak masyarakat Surabaya untuk tetap mengedepankan solidaritasnya bila menemukan adanya warga yang positif dari hasil rapid test ini.

Sebab, dengan ditemukan kasus positif maka Pemkot Surabaya pun akan dengan cepat melakukan tracking sehingga tidak menular ke yang lainnya.

"Mudah-mudahan seluruh masyarakat menyambut ini dengan responsif, tidak ada stigmasisasi terhadap yang positif, justru dengan ini dapat dilakukan penanganan dan treatment-treatment yang dilakukan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19," pungkasnya. (mg9/jpnn)

 

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler