Kiat Kementan dan Pemkab Sukabumi Cegah Puso

Rabu, 17 Juli 2019 – 07:15 WIB
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy. Foto: Kementan

jpnn.com, SUKABUMI - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi berupaya mencegah ribuan hektare sawah terkena puso akibat kekeringan.

Mesin pompa air dipasang untuk mengairi areal persawahan.

BACA JUGA: Kementan Lepas Ekspor Bawang Merah ke Tetangga di Asia Tenggara

Pemasangan pompa dan pipanisasi ini sebagai langkah pihaknya dengan tujuan agar tidak ada lahan pertanian yang gagal panen untuk meminimalisasikan kerugian petani. Apalagi petani di Kabupaten Sukabumi mayoritas menanam padi.

BACA JUGA: Tingkatkan Akses Pembiayaan Petani, Kementan Perluas Peran FPPS

BACA JUGA: Kementan Rangkul Wageningen University Research untuk Rancang Proyek Sayuran

"Kekeringan tanaman padi di Sukabumi ini disebabkan oleh kondisi iklim dimana musim kemarau maju, masa tanam mundur," kata Direktur Jenderal Prasarana Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, Selasa (16/7).

Kementan juga melakukan rehabilitasi saluran irigasi tersier sejauh 300 meter di wilayah sawah yang mengalami kekeringan.

BACA JUGA: Kemiskinan Desa Menurun Cepat karena Inflasi Terjaga dan Daya Beli Meningkat

Adapun wilayah sawah di Kebumen yang temukan yang terancam kekeringan antara lain di Kecamatan Bulus Pesantren, dan Kecamatan Petanahan.

"Melalui sistem gilir giring selama enam hari mendapatakan satu hari untuk pengairan. Selain itu, kita memaksimalkan pemanfaatan pompa 3 inchi untuk mengairi sawah yang rawan kekeringan," jelas Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Ajat Sudrajat menjelaskan, untuk lahan pertanian di Kabupaten Sukabumi luasnya 46 ribu hektare untuk irigasi dan nonirigasi 18.066 hektare.

Meskipun demikian lahan pertanian irigasi mayoritas tetap mengandalkan air hujan, karena saat musim kemarau banyak air irigasi yang surut bahkan kering.

"Selain pompa air, kami pun melakukan pipanisasi untuk mengaliri air dari sumbernya ke areal lahan pertanian untuk antisipasi gagal panen," kata Ajat.

Sudrajat mengatakan, pihaknya juga sudah menyebar petugas dan penyuluh pertanian untuk melakukan pendataan ke seluruh kecamatan terkait lahan pertanian yang kekeringan tersebut.

Selain itu, biasanya di musim kemarau ini petani menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air terkecuali lahan pertanian yang sudah tidak bisa ditanami lagi.

"Kami masih mendata luas lahan pertanian yang kekeringan hingga saat ini sekaligus menyalurkan bantuan pompa dan pipa air ke sejumlah lokasi yang terdampak becana kekeringan," tambahnya.

Namun, walaupun beberapa kecamatan lahan persawahan sudah banyak yang tidak memproduksi beras, tetapi persediaan untuk memenuhi khususnya permintaan warga Kabupaten Sukabumi masih mencukupi karena masih ada cadangan.

Apalagi pada tahun lalu hingga pertengahan Juni hujan hampir turun sepanjang hari sehingga petani memanfaatkannya dengan menggenjot produksi beras.

"Tetapi kami tetap berkoordinasi dengan Bulog dalam pemenuhan kebutuhan beras," pungkasnya. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tingkatkan Akses Pembiayaan Petani, Kementan Perluas Peran FPPS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler