Kibarkan Bintang Kejora, 13 Pendemo Ditangkap

Rabu, 02 Mei 2012 – 07:24 WIB

JAYAPURA - Sebanyak 13 pendemo yang diduga kuat sempat mengibarkan bendera Bintang Kejora saat menggelar demo di Lapangan Makam Theys Eluay, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (1/5) kemarin terpaksa ditangkap aparat kepolisian dan selanjutnya diamankan di Mapolres Jayapura.

Adapun 13 pendemo yang ditangkap itu antara lain berinisial HJ, ZK, PW, TW, RK, WW, AK, PK, BB, DK, BW, IL, dan PK. Dari tangan mereka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti senjata tajam antara lain berupa 1 buah kapak, 1 parang, 1 sangkur dan 2 panah.

Kapolres Jayapura, AKBP Antonius Wantri Yulianto,SIK saat ditanya wartawan di Lapangan Makam Theys mengatakan, awalnya para pendemo ini sebagiannya sudah menuju Jayapura untuk mengikuti demo di Taman Imbi Jayapura, tetapi sebagiannya lagi sekitar 50-an orang tetap tinggal di Lapangan Theys.

"Saat kami menanyakan kegiatan yang hendak mereka lakukan, salah satu pendemo menjawab hanya utuk melakukan ibadah saja, dan pada saat itu kami juga  memberikan teguran kepada mereka untuk tidak mengibarkan bendera Bintang Kejora, dan pada saat itu juga saya tetap perintahkan kepada anggota saya yang dibantu Brimob untuk berjaga-jaga di sekitar lokasi Lapangan Theys," paparnya.

Mengingat pihak kepolisian sudah mencurigai keberadaan mereka  di lapangan tersebut, pengamanan terus diperketat,  dan sekitar pukul 14.15 WIT bendera Bintang Kejora dibuka oleh pendemo dan hendak dikibarkan di tengah-tengah Lapangan Makam Theys.

"Melihat hal tersebut, anggota kita yang dibantu oleh Brimob langsung memasuk area lapangan  untuk mengamankan bendera tersebut. Hanya saja saat anggota saya mau mengambil bendera Bintang Kejora dari tangan pendemo, mereka ada yang melawan, sehingga anggota melakukan tembakan peringatan," tuturnya.

Pada saat itu pula, anggota langsung menangkap para pendemo itu dan 13 orang berhasil amankan.  "Dari tangan mereka kita berhasil menyita sejumlah barang tajam seperti 1 buah kapak, 1 parang, 1 sangkur dan 2 panah yang dipegang oleh mereka untuk  melawan  anggota," jelas Kapolres.

Disinggung apakah 13 orang ini akan dibawa ke Polda" Kapolres menjelaskan, mereka terlebih dahulu diamankan di Polres Jayapura dulu untuk dilakukan pemeriksaan. "Apabila mereka terbukti bersalah, maka akan kita proses sesui dengan aturan hukum dan undang-undang yang berlaku," tegasnya.

Sementara demo di Kota Jayapura diawali dengan upaya penggalangan massa yang dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mulai sekitar pukul 08.10 Wit di depan Gedung Kesenian Papua, di dekat Taman Imbi Jayapura. Demo oleh massa KNPB ini dimaksudkan untuk menentang  aneksasi Papua Barat ke pangkuan NKRI.

Kemudian pukul 11.55 WIT 1 Pleton Dalmas Polres Jayapura Kota mendekati massa KNPB yg sedang melaksanakan aksi galang massa di depan Gedung Kesenian itu agar masyarakat yang lainnya tidak mendekat ke massa yang demo itu.

Selanjutnya mulai sekitar pukul 13.00 WIT, ratusan massa KNPB tiba di Taman Imbi Kota Jayapura secara bergelombang, baik yang dari arah Abepura, Dok V maupun Angkasa dan lainnya. Massa yang dari arah Abepura dipimpin langsung oleh ketua umum KNPB Buchtar Tabuni.

Buchtar Tabuni di hadapan massa mengatakan bahwa Papua akan bisa merdeka apabila perjanjian Internasional Indonesia-Belanda dihapuskan.  "Dunia akan melihat perjuangan Papua Barat, jadi kita semua harus bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan ini dan parlemen Internasional telah terbentuk di Belanda untuk mendukung kemerdekaan bangsa Papua Barat," katanya.

Pada pukul 17.00 WIT, demo berakhir dan massa mulai membubarkan diri. Namun saat massa bubar, kemacetan arus lalulintas tetap tak bisa dihindarkan. Sementara itu Kabid Humas Polda Papua AKBP Johannes Nugroho Wicaksono ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos (Grup JPNN) mengatakan sebanyak 450 pasukannya dikerahkan untuk mengamankan demo yang digelar oleh KNPB.

Terkait adanya para pendemo menggunakan jalan, pihaknya akan berkoordinasi lagi ke pihak pendemo melalui pimpinannya. "Kami akan berkoordinasi lagi dengan pimpinannya, sebab kemarin kami sudah berkoordinasi dengan mereka untuk melakukan aksi demo di lapangan PTC Entrop dan juga tidak sepenuhnya menggunakan jalan, namun mereka sudah mengabaikan janjinya. Yang jelas setelah ini kami akan meminta pertanggungjawaban dari pimpinan pendemo itu," tegasnya.

Sementara itu, demo juga berlangsung di Manokwari dengan titik kumpul di kantor DAP Manokwari  dan depan kampus UNIPA Amban dan kemudian longmarch menuju gereja Elim Kwawi dilanjutkan orasi.

Dalam demo ini massa membawa Bintang Kejora dan dibentangkan dengan menggunakan kayu, sehingga sempat timbul ketegangan dengan polisi.

Sementara itu terkait pengibaran Bintang Kejora di Lapangan Makam Theys, Sentani, Kabid Humas menjelaskan, aksi itu dilakukan oleh 50-an massa dari Organisasi Masyarakat Papua Barat (OMPB) yang dipimpin Darius Kogoya.

"Meraka kibarkan bendera sejenis BK dan kemudian langsung diturunkan aparat kepolisian. Sebanyak 13 orang diamankan beserta barang bukti bendera, tiang dan talinya serta senjata tajam seperti panah berhasil diamankan. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan di Sentani," tuturnya. (ans/cr-175/cr-179/ro/fud)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bupati Bogor Janji May Day jadi Hari Libur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler