Kilas Balik Kiprah Persebaya, Terseok Lalu Finis Papan Atas

Selasa, 11 Desember 2018 – 11:30 WIB
Para pemain Persebaya Surabaya melakukan selebrasi. Foto: Satriowcs for Persebaya

jpnn.com, SURABAYA - Persebaya Surabaya berhasil memenuhi target finis di papan atas klasemen akhir Liga 1 2018.

Tim berjuluk Green Force itu finis di urutan kelima klasemen akhir dengan perolehan 50 angka dari 34 laga.

BACA JUGA: Daftar Raja Gol dan Assist Persebaya pada Liga 1 2018

Rendi Irwan dan kawan-kawan harus melalui jalan berliku untuk bisa mencapai target itu.

Pada awal musim, kemenangan atas Perseru Serui dan hasil seri melawan Persela Lamonga di kandang lawan membuat posisi Persebaya cukup nyaman.

BACA JUGA: Liga 1 2018: Ungkapan Kekecewaan Bintang Persib Bandung

Meski naik turun, Persebaya tetap beredar di sepuluh besar. Bahkan Persebaya pernah menduduki peringkat kedua setelah mengalahkan PS Tira dengan skor 4-1 di Bantul.

Ujian untuk Persebaya datang pada 22 Juli. Persebaya kalah 0-1 dari PSIS Semarang. Sejak saat itu, Persebaya terjun bebas.

BACA JUGA: Hamka Hamzah Senang sekaligus Sedih

Persebaya mengalami kekalahan dalam dua laga selanjutnya, yakni melawan Persib Bandung di Gelora Bung Tomo dan Perseru di Serui.

Tiga kekalahan beruntun itu lantas menyebabkan adanya pergantian pelatih dari Angel Alfredo Vera ke karteker Bejo Sugiantoro.

Sekali menang dan sekali kalah. Itulah rapor Bejo sebagai pelatih sementara. Sampai kemudian datang Djadjang Nurdjaman pada 5 September lalu.

Pelatih yang mengantarkan Persib juara Liga Indonesia 2014 itu diyakini bisa membawa Persebaya merangsek ke papan tengah.

Harapan itu dieempaskan dengan sangat keras. Dalam laga pertama Djanur, Persebaya dipermalukan PS Tira dengan skor 0-2 di Gelora Bung Tomo pada 11 September 2018.

Tidak hanya itu, Green Force kembali kalah dengan skor 0-1 di kandang sendiri dari Borneo FC pada 13 Oktober.

Lima laga pertama Djanur berakhir dengan tiga kekalahan, sekali seri, dan sekali menang.

Saat itu skuat Persebaya sedang compang-camping. David da Silva cedera. Pun demikian halnya dengan Robertino Pugliara.

Djanur sepertinya tidak akan bisa menemukan solusi untuk membangkitkan Persebaya yang ada di bibir jurang degradasi.

Apalagi, pertandingan berikutnya adalah lawatan ke kandang Persib yang ketika itu sedang memuncaki klasemen.

Dalam situasi serbasulit itu, para pemain senior meminta izin untuk melakukan pertemuan sendiri, tanpa manajemen dan pelatih.

Dipilihlah salah satu tempat wisata di Mojokerto. Pertemuan dilakukan dua hari sebelum keberangkatan dalam away ke Bali untuk melawan Persib pada 20 Oktober.

Saat itu Persib sedang dihukum, tidak bisa bermain di Bandung. Dalam pertemuan di Mojokerto itu, semua pemain bertekad untuk berjuang menyelamatkan Persebaya dari degradasi.

”Manajemen sudah memberikan semua yang kita butuhkan. Kini tugas kita menyelamatkan tim ini,” kata Ruben Sanadi dalam pertemuan itu sebagaimana dilansir laman resmi Persebaya, Senin (10/12).

Pertemuan itu terbukti menjadi titik balik kebangkitan Persebaya. Di Bali, Persebaya main ngosek.

Persebaya mampu menghajar Persib 4-1. Osvaldo Haay yang ”dipaksa” bermain sebagai target man menggantikan Da Silva langsung garang dengan mencetak satu gol dan satu aksi berbuah penalti.

Banyak yang belum percaya Persebaya akan benar-benar bangkit. Laga selanjutnya melawan Madura United di GBT, dikhawatirkan Green Force akan kalah melawan tim bertabur bintang itu. Namun, kemenangan 4-0 menjawab keraguan itu.

Sempat kalah dalam away ke kandang Persipura, Persebaya lalu membukukan hat-trick kemenangan.

Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Bali United dilumat dengan masing-masing margin tiga gol.

Kemenangan atas Bali United di Bali, menjadi kunci Persebaya merangsek ke papan atas.

”Kami di Persebaya semuanya bahu membahu untuk kebesaran tim ini. Yang dari Surabaya maupun luar Surabaya, semuanya sudah seperti keluarga,” kata Rendi. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Reaksi Firman Utina Sriwijaya FC Turun Kasta ke Liga 2


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler