Kisah Cinta Zam Zam dan Arma, Teman tapi Menikah, Selamat ya

Senin, 12 Maret 2018 – 00:05 WIB
Bripda Mohamad Zam Zam (kiri) dan sang istri Armawati Sofia (kanan) menaiki vespa gandeng usai akad nikah belum lama ini. Foto: ZAM ZAM FOR LOMBOK POST

jpnn.com - Ini tentang kisah cinta Zam Zam dan Arma. Dua insan yang sebelumnya sahabat akrab ini, akhirnya menjadi pasangan sehidup semati. Pernikahan pasangan ini digelar secara unik.

NATHEA CITRA SURI, Mataram

BACA JUGA: Kisah Cinta Leo dan Lika, Pasang Baliho Undangan Pernikahan

BRUM.. BRUM.. BRUM.. BRUM.. Suara khas vespa memenuhi Jalan Udayana, Mataram, NTB, minggu lalu.

Ada teriakan selamat, senang, tawa, hingga air mata menghiasi arak-arakan ratusan orang itu. Ada yang menggunakan setelan kemeja rapi. Ada juga setelan jas mewah.

BACA JUGA: Kisah Cinta Ira dengan Pria Bangladesh Viral di Medsos

Dua orang pengantin tampak mencolok di antara ratusan orang ini. Dengan balutan baju pengantin berwarna putih bersih, pengantin pria langsung membopong sang istri, naik ke atas vespa gandeng. Di belakangnya, sejumlah pengendara vespa lainnya ikut mengiringi.

“Ya, ini arak-arakkan pernikahan kami,” kata Bripda Mohamad Zam Zam, sang pengantin pria, pada Lombok Post (Jawa Pos Group).

Arak-arakan pengantin ini menjadi tontonan gratis masyarakat kala itu. Biasanya arak-arakan pengantin diiringi kecimol. Namun kali ini diiringi raungan khas vespa.

“Kami hanya ingin berbeda saja dibandingkan pengantin lainnya,” ujar Zam Zam tersenyum.

Vespa tua yang mengiringi pasangan pengantin ini telah dimodif cantik. Membuat vepa-vespa tersebut menjadi pusat perhatian.

Namun ternyata, Zam Zam tidak terlalu familiar dengan vespa. Dia mengaku baru belajar mengendarai vespa.

“Sebenarnya saya tidak biasa naik vespa,” akunya sembari tawanya kencang.

Dia mengaku makin grogi, karena harus membonceng istri yang baru sejam dinikahinya. Namun dia yakin, iring-iringan pengantin ini dapat berjalan lancar.

Dua pekan sebelumnya, pria 23 tahun ini berlatih menggunakan motor vespa tua yang telah dimodifikasi, yakni dengan gandengan di sebelah kanannya.

Sejak sebelum menikah, dia memang sudah merancang ingin melakukan konvoi vespa setelah menikah.

Setelah mengontak teman-temannya dari Komunitas Balos Vespa, banyak yang mendukung. Akhirnya konvoi pengantin ini diikuti puluhan pengendara vespa.

“Belajar naik vespa ternyata susah sekali, tapi demi calon istri saya, saya memberanikan diri,” ujarnya.

Belajar mengendarai vespa ternyata cukup sulit. Untungnya banyak temannya yang mau mengajarkan.

“Saya dibantu mulai dari belajar vespa, sampai proses arak-arakkan ini,” tutur pria yang bekerja di Polres Sumbawa Barat bagian Kedokteran Kesehatan (Dokkes) itu.

Sebelum menggelar konvoi vespa, Zam Zam mengaku telah berkonsultasi dengan orang tuanya.

Dia mengutarakan ingin menggelar pernikahan yang unik, agar lebih berkesan. Untung orang tuanya mendukung keinginannya tersebut.

Kisah Zam Zam bersama Armawati Sofia yang kini menjadi istrinya, sangat mirip dengan cerita novel

“Teman tapi Menikah” yang ditulis Ayudia Bing Slamet. Novel ini menceritakan kisah nyata percintaan Ayudia dan sang suami Muhammad Pradana Budiarto alias Ditto Percussion. Kisah mereka segera tayang di sejumlah bioskop.

“Mirip seperti novel Teman tapi Menikah. Soalnya kami berdua ini sebelumnya hanya sahabat sejak SMK,” ungkapnya.

Dia menceritakan, istrisebelumnya telah memiliki pacar. Namun tidak ada kejelasan hubungan ke depannya. Akhirnya dia menawarkan diri untuk menikahi sang istri yang akhirnya diterima.

“Alasan saya ajak dia menikah karena saya dan dia sudah tahu sifat masing-masing. Apalagi kami sudah sahabatan sangat lama,” pungkas warga Dasan Agung, Mataram tersebut. (*/r3)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler