Kisah Istri Membuat Linglung Suami Demi Harta Warisan, Pakai Darah Haid

Kamis, 29 Oktober 2015 – 11:24 WIB
Ilustrasi Radar Surabaya.

jpnn.com - KEINGINAN Sephia, 49, untuk mengambil seluruh harta warisan suaminya, Donwori, 55, sangat kentara. Berkali- kali dia bilang bakal meng- uasai semua harta warisan suaminya itu. Padahal, Donwori belum meninggal dan masih ada dua anaknya lain dari istri pertama. 

Yang mengeherankan, Donwori sudah benar-benar dibutakan oleh cinta. Dia sangat menurut kepada Sephia. Pada sidang gugat waris di Pengadilan Agama Surabaya, Jalan Ketintang Madya, Senin lalu (26/10), Donwori hanya manggut­-manggut dan diam menuruti perintah Sephia. 

BACA JUGA: Islamic Center dan Kristiani Center Bakal jadi Bangunan Termegah Perbatasan

Disuruh duduk di pojok ruang tunggu PA, dia menurut. Disuruh ambil tas di mobil, manut mawon. Disuruh bawa tas dan draf-draf Sephia juga ho oh aja.

Tapi, ada yang aneh dari warga Simogunung, Surabaya itu. Ketika disapa, dia hanya senyum­ senyum sendiri. Kadang, dia hanya duduk diam sembari menatap langit-­langit PA. 

BACA JUGA: Alhamdulillah, Halaman Rumah Terendam

Yo wis gitu itu,” ungkap Sephia sembari tersenyum sinis pada Donwori di sela­sela sidang gugat waris Sephia vs anak Donwori di PA. 

Sepintas, para pengunjung mengira bahwa Donwori adalah pembantu Sephia. Sebab, Sephia bisa menyuruh­ nyuruh Donwori seenak udelnya. 

BACA JUGA: GAWAT! Hujan Mengguyur Kota Medan, Tapi Kabut Makin Tebal

Tongkrongan Donwori juga jauh dari tampilan Sephia yang rapi dan cantik. Donwori terlihat tua dengan kumis dan jenggot yang dibiarkan panjang dan tak terawat. Baju yang dipakai juga terlihat kumal dan kusut. Sudah begitu, bau lagi. Mbladus alias kucel.

Berbanding terbalik dengan Sephia yang terlihat sangat glamor dengan bau harum. Di usia yang sudah menje­ lang setengah abad, Sephia masih tampak gres. Kulitnya kencang dengan bodi yang montok aduhai. ”Memang tak niatin begitu, Pak. Biar dia (Donwori, Red) ndang mati,” ujar Sephia kepada pengacaranya, Abdul Kadir. 

Secara blak­blakan, Sephia mengungkapkan sangat ingin segera mengambil seluruh harta warisan Donwori yang jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah. Donwori memiliki tanah di sekitar kawasan Simo Gunung arah ke tol hampir 1 hektare. Belum lagi tanah di kawasan 

Gunung Anyar yang lebih luas sekitar 2 hektare yang kini tak terawat. 

Donwori telah berubah menjadi pria linglung. Awalnya, Sephia tak pernah mengakui penyebab suaminya jadi linglung. Sebab, dia baru dinikahi Donwori tujuh tahun silam. Sebelumnya, Donwori menikah dengan Karin. 

Kemudian, Karin meninggal karena kanker payudara. Akhirnya, duda beranak dua itu menikah dengan Sephia yang masih tetangga. 

Baru setahun menikah, Donwori berubah jadi linglung. Bahkan, Donwori yang semula sangat mencintai dua putrinya tiba-­tiba menjadi benci dan tidak peduli dengan mereka. 

Untung, dua putri dari istri pertamanya tersebut sudah menikah sehingga tidak terlalu menjadi masalah. Meski demikian, mereka menyayangkan bapaknya yang berubah menjadi cuek setelah menikah dengan Sephia. 

”Memang dia tak buat begitu. Jadi lholak­lholok,” ungkap Sephia kece­ plosan, kemudian menutup mulutnya sendiri. Karena dipepet untuk mengatakan yang jujur oleh Radar Surabaya dan pengacaranya, dia pun mengakui bahwa dirinya membuat Donwori linglung dan lupa dengan dirinya maupun anak­anaknya. 

”Saya tidak mau kalah sama anak­ anaknya. Saya mau kaya. Makanya, saya jampi­jampi dia ke dukun,” jelasnya. 

Supaya ilmu dukunnya manjur, setiap malam Jumat Kliwon, Sephia mendatangi dukun di kawasan Tuban dan meminta sesaji untuk disebarkan di kamarnya. 

”Supaya ilmunya lebih awet lagi, sorry ya agak jorok, saya pakai darah haid dan saya minumkan ke dia. Kalau tidak percaya, buktikan. Suami bakal nurut dengan kita,” katanya seraya tersenyum. 

Anak kedua Donwori, sebut Mira, 25, mengaku sakit hati pada sikap ibu tirinya tersebut. ”Saya sampai bingung bagaimana mengobati Bapak. Saya sudah ke dukun dan kiai, tapi belum bisa menyembuhkan guna­guna ibu tiri jahat itu,” jelasnya. 

Yang membuat Mira lebih sakit hati dan akhirnya mengajukan banding atas warisan orang tuanya karena ternyata Sephia berhasil meminta Donwori menandatangani seluruh hibah dan warisan kepadanya. ”Ini hak kami. Makanya, kami banding ke PA,” pungkasnya. (umi/c1/jay) 

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inilah yang Mengganjal Pencairan Dana Desa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler