Kisah Mayjen TNI Farid Makruf, Anak Pasar Jadi Jenderal

Senin, 16 Januari 2023 – 10:15 WIB
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A dan Founder Dahlan Iskan tampak tertawa lepas saat berbincang di kantor Harian Disway.-Boy Slamet-

jpnn.com, JAKARTA - Kolumnis kondang Dahlan Iskan menulis kisah tentang karier Mayjen TNI Farid Makruf MA yang dia sebut anak pasar.

"Anak pasar jadi jenderal," demikian tulisan Dahlan, Disway edisi Jumat (13/1).

BACA JUGA: Mayjen Farid Makruf Serahkan Bantuan Darurat Untuk Korban Banjir di Sampang

Mayjen Farid yang kini menjabat Pangdam V/Brawijaya sejak 30 Desember 2022 merupakan seorang anak yang dekat dengan sang ibu.

Suatu hari, Farid hampir saja frustrasi ketika mendapat tugas yang tidak sesuai dengan harapannya.

BACA JUGA: Permintaan Brigjen TNI Farid Makruf soal Mujahidin Indonesia Timur, Pakai Kata Tolong

Ketika itu dia masih sangat muda. Pangkatnya baru letnan satu (Lettu). Hatinya bergejolak. Tidak puas.

Farid lantas pulang ke Tanah Merah, Madura. Sebuah desa ramai di antara Bangkalan-Sampang.

BACA JUGA: TKA China dan Pekerja Lokal Bentrok di Morowali, ART Bereaksi Keras

"Jalan raya Bangkalan ke Sumenep sering macet di situ: ada pasar tumpah ke jalan," tulisan Dahlan.

Di pasar itulah ibunda Farid berjualan. Saat pulang kampung itu, dia curhat soal penugasan barunya.

Sang ibu saat itu memberi nasihat khusus: apa pun tugas yang diberikan harus diterima sepenuh hati.

"Saya langsung diminta Ibu balik," Dahlan mengutip ucapan Farid yang saat itu bermarkas di Cijantung.

Farid yang masa itu anggota Kopassus lantas "melarikan" kekecewaannya dengan sangat produktif. Dia kursus bahasa Inggris setelah punya banyak waktu di tugas barunya itu.

Konon Farid suka bahasa Inggris. Waktu SMA di Bangkalan, nilai bahasa Inggrisnya tidak pernah di bawah sembilan.

"Waktu itu saya suka menerjemahkan lagu-lagu Barat yang bertema cinta. Love song," demikian Dahlan mengutip penjelasan Farid yang juga suka menyanyi.

Nasihat sang ibu ternyata membuahkan berkah. Tidak lama kemudian Kopassus punya program mengirim anggota sekolah ke luar negeri. Syaratnya: bahasa Inggris harus bagus. Farid ikut terpilih.

Maka Farid berangkat ke Inggris. Ke wilayah Yorkshire. Ke kota Hull. Dia masuk program master: studi masalah keamanan. Dengan spesialisasi Tiongkok.

Farid pun lulus dengan gelar master, padahal belum punya ijazah S1.

"Saya dinilai memenuhi syarat untuk langsung masuk program master. Tanpa gelar S1," begitu Dahlan menulis ucapan Farid.

Belajar tiga tahun di Akabri ditambah pembelajaran selama penugasan di Kopassus, Farid dianggap layak ikut program master.

Dengan begitu, lanjut Dahlan, ketika pangkatnya masih Lettu, Farid sudah punya dua gelar MA: Madura Asli dari Tanah Merah dan Master of Art dari Inggris.

Penggila Komik Kho Ping Hoo

Dahlan pun menulis kenapa Mayjen Farid Makruf memilih spesialisasi Tiongkok saat menempuh pendidikan di Inggris.

Menurut Dahlan, Farid punya dua alasan. Pertama, ia melihat Tiongkok akan jadi negara maju. Dan itu terbukti.

"Kedua, ini dia, waktu kecil ia gila membaca komik Kho Ping Hoo. Ia hafal cerita perang Sam Kok (Tiga Negara) itu," tulisan Dahlan.

Konon Farid terkesan dengan berbagai strategi perang di cerita komik itu. Pun taktik dan karakter para panglima perangnya.

"Begitu gilanya pada komik, Farid sampai tidak pernah sekolah di hari Sabtu," lanjut mantan menteri BUMN RI itu.

Jadi, tiap Sabtu pasar Tanah Merah sangat ramai. Ada pasar sapi. Banyak pedagang dadakan, termasuk pedagang komik. Di kios Sabtuan itulah Farid membaca komik.

Farid kecil pun menyatu dengan pasar itu. Dia bahkan jadi tukang antar barang ke langganan toko ibunya.

"Sejak kecil saya sudah jadi go-send," begitu Dahlan mengutip guyonan Farid yang kelahiran 6 Juli 1969 itu. 

"Farid adalah anak pasar. Siapa nyana ia bisa jadi jenderal," tulisan Dahlan.

Kisah Mayjen Farid Makruf ini bisa Anda baca versi lengkapnya melalui kolom Disway atau pada tautan berikut; Master Letnan.(disway/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Tim Redaksi, M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler