Kisah Mbah Tari, Umur Sudah Seabad Lebih Dibiarkan Hidup Sendiri

Rabu, 30 Maret 2016 – 16:06 WIB
Mbah Tari di rumahnya yang reot di RT 7/RW II Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Foto: Radar Tegal/JPG

jpnn.com - TEGAL - Kisah nenek di Tegal yang sudah berusia lebih dari 100 tahun ini sungguh menyedihkan. Di usia senja dengan segala keterbatasannya, Mbah Tari justru ditinggalkan oleh anak cucunya sehingga hidup sendirian.

Mbah Tari tinggal di RT 7/RW II Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Saat ini, Mbah Tari tinggal di rumah yang terbuat dari anyaman bambu atau geribik yang tidak layak huni.

BACA JUGA: Awas, Jamu Palsu Beredar di Yogyakarta

Mbah Tari sebenarnya punya tiga anak dan cucu. Ironisnya, anak, menantu dan cucunya sangat jarang menjenguk dan mengunjunginya.

Untuk sekadar biaya hidup sehari-harinya pun Mbah Tari harus rela menunggu uluran tangan tetangganya. “Mereka pernah menjenguk, tapi sudah lama,” ujarnya seperti dikutip Radar Tegal.

BACA JUGA: Dua Pemuda Merengek ke Hakim karena Ngebet Kawin

Warga sekitar membenarkan bahwa Mbah Tari jarang dijenguk anak-anaknya. Salah seorang tetangga, Harti (65) mengatakan, anak-anak Mbah Tari sebenarnya masih tinggal di Kota Tegal. Yakni di Kalimati, Jalan Gajahmada Kota Tegal.

Namun, mereka jarang sekali menjenguk. Kalaupun menjenguk, itu pun karena dihubungi lebih dulu oleh warga sekitar. “Menjenguk ibunya, kalau ditelepon warga sini,” katanya.

BACA JUGA: Pedihnya, Sang Cucu Mengandung Anak Kakek Kandung

Saat ini, Mbah Tari justru mendapat perhatian dari warga sekitar rumahnya. Ketua RT setempat bahkan pernah menyelenggarakan rembuk warga untuk menangani permasalahan itu.

Beberapa warga memberikan solusi agar Mbah Tari ditampung di panti jompo. “Solusinya supaya ditampung di Panti Jompo Brebes, karena tidak ada keluarga yang merawat,” tutur Harti.

Namun, tawaran solusi itu justru ditolak oleh anak-anak Mbah Tari. Karenanya, warga pun menyayangkannya. “Ya kalau menolak seharusnya dirawat,” tegasnya.

Karena anak-anak Mbah Tari sama sekali tidak pernah menjenguknya, maka warga sekitarlah yang merawatnya. “Kita mandikan, cuci bajunya, dan membersihkan rumahnya,” ujar Harti.

Beruntung saat ini masih ada orang yang rela membantu. Semua biaya perawatan dibantu oleh para dermawan di wilayah Kelurahan Sumurpanggang.

Selain Mbah Tari, sebenarnya ada pula keponakannya, Kasmi (75) yang kondisinya juga sangat memprihatinkan, Hanya saja, Kasmi sudah didaftarkan ke Panti Jompo Brebes.

“Sama-sama jompo tapi tidak punya anak dan tinggal satu rumah dengan Tari,” papar Harti.

Berbeda dengan Tari, Kasmi mengalami lumpuh dan butuh perawatan ekstra. Warga pun mengaku kewalahan jika harus terus menerus mengurus keduanya.

Harti menambahkan, permasalahan itu telah disampaikan ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal. “Katanya sedang penuh, sehingga harus menunggu antrean,” pungkas Harti.(nad/zul/JPG/ara/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yaelah, Wakil Rakyat Datang Paripurna demi Duit Reses


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler