Kisah Nakes yang Sempat Hilang & Berfoto Bersama KKB, Mengerikan

Minggu, 26 September 2021 – 08:09 WIB
Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana saat menyerahkan nakes Gerald Sokoy yang sempat berfoto bersama KKB, kepada keluarga di Hotel Horex Sentani, Sabtu (25/9). Foto: Robert Mboik/Cepos

jpnn.com, PEGUNUNGAN BINTANG - Tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Gerald Sokoy kembali berkumpul dengan keluarganya, Sabtu (25/9).

Mantri Gerald sebelumnya diserahkan pihak kelompok kriminal bersenjata atau KKB kepada Pemda Pegunungan Bintang. Pihak pemda kemudian menyerahkan Gerald kepada keluarga di Hotel Horex Sentani.

BACA JUGA: 6 Foto Saat Satgas Nemangkawi Mengevakuasi Warga dari Ancaman KKB

Gerald sempat dinyatakan hilang setelah kejadian kekerasan dan pembakaran puskesmas serta sejumlah fasilitas milik pemerintah yang diduga dilakukan KKB di Distrik Kiwirok, Senin, 13 September lalu.

Cepos Online melansir, saat diserahkan kepada pihak keluarga, Gerald masih mengenakan sweter biru tua dan kaus dalam warna putih, dipadukan dengan celana hitam.

BACA JUGA: AKBP Denny Hendriana Ungkap Kedekatan Oknum ASN Ini dengan Tokoh KKB


Foto Gerald Sokoy (kanan) bersama gerombolan diduga KKB di bawah pimpinan Lamek Taplo, di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang beredar di media sosial. Foto: diambil dari Antara

Pakaian Gerald tersebut masih sama persis dengan foto yang konon dimunculkan oleh pihak KKB ketika mengonfirmasi keberadaan Gerald beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Pasukan TNI & Polri Mengadang Truk Pelat Merah, Hasilnya Mencengangkan

Saat prosesi penyerahan, Gerald tidak banyak bicara. Hanya sesekali saja.

Namun, dia tidak banyak memberikan keterangan terkait dengan pengalamannya selama dia diduga disandera pihak KKB.

"Saya bersyukur karena sudah sampai di sini dengan selamat. Kejadian saat itu tanggal 13 September, pagi. Kami siap mau pelayanan. Tiba-tiba ada yang teriak suruh keluar dari rumah. Ada yang mau bakar rumah. Jadi kami mau keluar. Karena sudah takut sekali, kami lari saja keluar. Saya lari, langsung lompat ke jurang," ujarnya.

Gerald mengaku sempat mendengar suara tembakan senjata api dari dalam rumah yang ditempatinya bersama rekan-rekannya.

Suasana saat itu mengerikan. Karena takut, dia berusaha makin menjauh dari tempat kejadian dan melompat ke jurang dengan kedalaman sekitar 300 meter.

"Sebelum saya keluar, sempat dengar juga tembakan dari dalam rumah. Bunyi tembakan itu yang membuat saya kaget dan tambah lari lagi, lompat ke dalam jurang. Saya terus berlari, tidak melihat ke belakang lagi," katanya.

"Saya turun ke kali, sampai sudah mulai tenang baru jalan pelan-pelan. Saya sempat tidur, dan selamat hari ini," imbuh Gerald.

Karena alasan keamanan dan kesehatan Gerald, pihak keluarga masih keberatan untuk menceritakan detail dari peristiwa selanjutnya.

Gerald tidak menyebut secara pasti apakah dia disandera pihak KKB atau tidak.

Namun, dia mengakui kebenaran foto dirinya bersama sejumlah anggota KKB yang sempat beredar di media sosial beberapa waktu lalu.

“Iya, itu benar saya," ujarnya.

Proses evakuasi nakes Gerald Sokoy berawal dari koordinasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat setempat dengan pihak gereja yang ada di Kiwirok. (roy/gin)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler