Kisah Pilu Bocah Balita yang Menangisi Kepergian RvP

Minggu, 12 Juli 2015 – 23:58 WIB
Robin van Persie

jpnn.com - HENGKANGNYA Robin van Persie selalu disesalkan oleh pendukung klub yang pernah dibelanya. Yang khas, kepergian pemain yang akrab dengan inisal RvP tersebut seringkali diikuti tangisan dari bocah balita. 

Bukan hanya saat dia meninggalkan Arsenal menuju ke Manchester United, begitu juga saat dia terbang ke Fenerbahe awal pekan ini. Sebagaimana diberitakan di Daily Mirror, salah seorang fans setia Setan Merah yang usianya baru empat tahun saja dibuat menangis tersedu-sedu karena berita kepindahan penyerang Belanda tersebut. 

BACA JUGA: Tunggu Kepastian Turnamen, Gresik United Belum Kumpulkan Tim

Kisah pilu bocah balita bernama Louis Diamond tersebut terungkap via rekaman video yang diunggah orang tuanya, Sam Diamond, di media sosial. Louis merupakan fans setia United dan juga pengidola sosok RvP. 

BACA JUGA: Resmi Bergabung Maverick, D-Will Gantikan Peran Rondo

Karena itu, begitu diberi tahu ayahnya bahwa sang idola sudah pergi dari Manchester, tumpahlah air mata Louis. "Saya rasa dia sudah cukup lelah hari ini, makanya begitu saya beri tahu dia (tentang RvP, Red), air matanya pun mengalir deras," ujar Sam kepada Manchester Evening News.

Louis menggemari United lantaran terbawa dari ayahnya. Begitu pula kedua anak Sam lainnya, Charlie dan Sonny, yang sudah ditulari menjadi suporter klub pengoleksi gelar liga terbanyak di Inggris itu. Charlie berusia tiga tahun, sedangkan Sonny baru 10 bulan.

BACA JUGA: Petenis Veteran Ini Ternyata Belum Habis

Sebagai fans setia United, lanjut Sam, Louis seringkali menyanyikan lagu-lagu chant ala fans United. Kecintaannya pada RvP pun dibuktikan di hampir setiap saat dia dan sang ayah sedang menghabiskan waktu bermain sepak bola di taman dekat kediamannya. 

"Dia menganggap dirinya Van Persie, lalu saya yang berperan sebagai penjaga gawang David de Gea," ungkapnya. 

Sam yang tinggal kawasan di Manchester bernama Prestwich itu mengungkapkan, dia sebenarnya tidak tega mengabarkan berita tersebut kepada Louis. Karena dia yakin anak sulungnya itu pasti akan terpukul. 

"Harusnya saya memberi tahunya setelah dia berusia 10 tahun, jadi dia bisa tertawa mengetahuinya. Tapi saya dan istri saya mungkin sudah terlalu kejam dengan tidak bisa menahan kata-kata itu," tegasnya. (ren/ttg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gemilang di Wimbledon, Serena Tatap AS Terbuka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler