Kisah Reza NOAH Mencari Ketenangan Hati

Minggu, 19 Juni 2016 – 06:36 WIB
Ilsyah Ryan Reza. Foto: dok.Ilsyah Ryan Reza for Jawa Pos

jpnn.com - REZA NOAH termasuk artis penempuh jalur dakwah yang menepi dari lampu sorot. Perjalanan spiritual penggebuk drum (drumer) tersebut berawal dari rasa gundah yang berlangsung sekian lama. Dia pun tak bisa menjelaskan alasannya. 

”Setiap kali saya ditanya mengapa galau, saat itu bingung juga menjawabnya. Padahal, saat itu segalanya serba-ada: uang ada, fasilitas ada, ketenaran juga ada, keluarga juga ada, tapi tetap hati ini belum tenang,” ungkap Reza kepada Jawa Pos Jumat lalu.

BACA JUGA: Wow! Astri Ivo jadi Tempat Curhat Para Napi

Salah satu cara untuk mengusir rasa gelisah yang terus melekat di dalam hatinya saat itu ialah terus ngeband. Kegiatan lainnya ialah membunuh waktu dengan jalan-jalan di pusat perbelanjaan.

Hal tersebut tetap tidak membuat pria pemilik nama lengkap Ilsyah Ryan Reza itu merasa mendapat solusi jangka panjang untuk memuaskan hatinya yang terus menuntut mencari ketenangan. 

BACA JUGA: Teuku Wisnu Dulu Bergelimang Materi tapi Merasa Kosong

”Akhirnya pada 2010 saya memutuskan untuk banyak berkumpul dengan orang-orang yang dalam ilmu agama Islamnya. Ternyata hal itu sangat berpengaruh. Banyak hal positif yang otomatis menular kepada saya dan membuat hati saya itu tenang,” ujarnya.

Merasa menemukan kedamaian spiritual yang selama ini dicari, Reza kemudian secara rutin mengikuti berbagai kegiatan keagamaan. Di awal-awal perjalanan hijrahnya tersebut, Reza masih merupakan bagian dari NOAH. 

BACA JUGA: Dua Penyanyi Beken Terjatuh saat Manggung Pekan Ini

”Ya, awal-awal itu ibaratnya saya harus secara bertahap, tidak langsung total memutuskan untuk berdakwah saja. Nyicil kemantapan hati lah,” kenangnya. 

Proses itu berlangsung pada 2010–2015. Sambil tetap main band, Reza juga aktif mengikuti kegiatan pengajian dan berdakwah di waktu-waktu luang.

Bersama komunitas keagamaan yang dia ikuti, bapak tiga anak tersebut juga berdakwah ke sejumlah lokasi seperti di Bandung dan Jakarta. Lama kegiatan dakwahnya bervariasi.

”Biasanya 3 hari atau 40 hari mengunjungi masjid-masjid di daerah. Masjid yang saya kunjungi itu biasanya yang jarang ramai oleh jamaah. Jadi, tugas kami kembali memakmurkan masjid,” jelasnya.

Reza menceritakan, pengalamannya dalam berdakwah penuh warna. Mulai yang diterima masyarakat hingga yang kehadirannya tidak diinginkan warga. 

”Pernah warga di suatu tempat melarang kami melakukan kegiatan di masjid mereka. Ya sudah, kami pindah lagi,” ungkapnya.

Tapi, ada juga masyarakat di suatu daerah yang ramai-ramai dan berbondong-bondong mengikuti kegiatan dakwahnya. Ada beberapa yang memang ingin mengikuti kegiatan tersebut, beberapa karena dipengaruhi faktor lain. ”Ada juga yang ikut karena penasaran sama saya hahaha…” kenang Reza. 

Setelah beberapa kali mengikuti kegiatan dakwah bersama komunitas keagamaan, akhirnya pada akhir 2014 Reza mengumumkan secara resmi keluar dari band NOAH yang telah membesarkan namanya. 

Dalam pengumuman yang sempat menggemparkan industri musik tanah air tersebut, kepada media, pria 39 tahun itu mengaku ingin berkonsentrasi dalam kegiatan berdakwah untuk menyebarkan nilai-nilai Islam.

Reza mengatakan, tidak ada yang menentangnya mengambil keputusan yang cukup menikung dalam perjalanan hidupnya tersebut. Termasuk para personel NOAH dan keluarganya. Meski tetap ada sejumlah penggemarnya yang ingin dirinya kembali ke dalam tubuh band NOAH.

Dengan keluar dari NOAH, Reza mengaku lebih leluasa untuk menjalani kegiatan berdakwah. ”Sekarang sudah enggak ada kontrak-kontrak yang mengikat. Saya sudah lepas dari semua itu. Hati saya jadi tenang,” ujarnya.

Selain itu, Reza lebih leluasa melakukan perjalanan dakwah ke tempat yang lebih jauh lagi yang memakan waktu lebih lama. Perjalanan dakwah bersama komunitas keagamaannya tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tapi juga di mancanegara. 

Misalnya yang pernah dia ikuti pada awal 2015 atau beberapa bulan setelah mengumumkan keluar dari NOAH.

Reza bersama rekan-rekannya berangkat ke India dan Pakistan untuk melakukan perjalanan dakwah menyebarkan ilmu Islam kepada masyarakat setempat. Sama seperti yang dilakukan di Indonesia, Reza pun lebih sering menginap di masjid-masjid.

”Selain itu, waktunya lama, empat bulan,” ujar pria vegetarian tersebut.

Reza mengakui bahwa keputusannya untuk hijrah secara total berkonsekuensi besar baginya dan keluarga. Penghasilannya mendapatkan rupiah jauh menurun drastis. Kendati demikian, dia yakin rezeki untuk dirinya dan keluarga sudah dijatah Allah. 

Alhamdulillah, saya masih mempunyai studio rekaman di Bandung. Sejauh ini mencukupi,” ucap Reza yang menyatakan bakal berdakwah seumur hidupnya.

Saat disinggung apakah kangen dengan kegiatan ngeband, Reza mengaku sangat merindukan kegiatan itu. 

”Saya masih sering ngedrum buat melatih tangan sekalian olahraga. Jadi, kemampuan saya enggak hilang. Terakhir saya juga diminta ikut membantu dalam proyek musik yang dibuat Andika dan Indra, yang tak lain mantan personel Peterpan juga,” ungkapnya. (lum/nor/dod/c9/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inilah Nama-nama Musisi yang Tewas Didor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler