Kisah Santi Risno Melahirkan Bayinya di Tengah Laut

Senin, 04 Juni 2018 – 09:10 WIB
Bayi laki-laki pasangan Santi Risno dan Risno Kaelya yang dilahirkan di atas speedboat tepat di perairan Sagea, Weda Utara, Senin (21/5), masih berada di Ruang Kebidanan RSUD Weda. Foto: WAHYUDIN MAJID/MALUT POST/JPNN.com

jpnn.com, HALMAHERA TENGAH - Cerita bahagia sekaligus menegangkan datang dari Santi Risno. Ibu muda asal Patani Utara itu terpaksa melahirkan bayinya di tengah lautan antara Patani dan Weda. Beruntung, bayi laki-laki itu sehat tak kurang suatu apapun.

WAHYUDIN MAJID - Malut Post (Jawa Pos Group)

BACA JUGA: Saya Lelah Mas

Santi Risno merasa tak ada masalah dengan kehamilannya. Ketika tiba waktunya melahirkan, ia dibawa ke Puskesmas Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Halmahera Tengah. Namun dokter umum yang memeriksanya merekomendasikannya untuk dirujuk ke RSUD Weda di ibu kota kabupaten.

“Dirujuk ke RSUD Weda untuk mendapatkan penanganan lanjutan dari dokter ahli kandungan,” tutur Santi saat ditemui di Ruang Kebidanan RSUD kemarin (22/5/2018) lalu.

BACA JUGA: DPRD Riau Berencana Terapkan Sistem Keamanan Berlapis

Untuk menuju Weda dari Patani, Santi harus dibawa menyeberangi laut selama 3 jam. Ia didampingi ibunya Asmawati Hi. Ahad, dua kakaknya M. Ikbal dan Ina Harun, serta seorang bidan bernama Wijia. Sementara sang suami Risno Kaelya masih berada di Ternate untuk mencari nafkah.

Beruntung, saat itu speedboat kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Halteng tengah berada di pelabuhan yang sama. Santi yang tengah kesakitan dirujuk menggunakan kendaraan ini.

BACA JUGA: Warga Heboh Ada Paket dengan Tulisan Surat Yasin

“Kami berangkat dari Pelabuhan Patani di Desa Yendeleu Senin (21/5) sekitar jam 3 sore,” kisah perempuan 26 tahun itu.

Keberadaan speedboat kesehatan ini amat membantu masyarakat di daerah terisolasi. Para motoris dan anak buah kapal (ABK) selalu siaga mengantarkan pasien yang butuh ditolong cepat. Warga juga tak dikenakan biaya apapun saat menggunakan speedboat ini.

”Seandainya tanpa bantuan speedboat dari pemerintah maka kami akan bayar di atas Rp 6 juta sampai Rp 8 juta. Tapi karena dengan adanya speedboat kesehatan tersebut kita tidak bayar," aku Santi.

Dalam perjalanan menuju Weda, di tengah laut, Santi mulai merasakan kontraksi. Sekitar pukul 17.30 WIT, ia mulai merasa tak tahan lagi untuk mengeluarkan bayinya. Lima menit kemudian, tepat di perairan depan Desa Sagea, Weda Utara, Santi melahirkan bayi laki-lakinya dibantu bidan dan ibunya.

”Saat dirujuk, saya berpikir pasti bakal dioperasi Caesar. Ternyata satu jam sebelum speedboat sandar, bayi sudah lahir dengan normal,” kenangnya.

Santi tak dapat menahan haru dan bahagia begitu bayinya lahir. Dengan berat 2,5 kilogram, bayi tersebut dinyatakan sehat dan sempurna. Rasa sakit yang sempat menderanya seketika hilang.

”Alhamdulillah, meski di luar rencana, semua berjalan lancar dan dimudahkan,” katanya.

Begitu speedboat tiba di Pelabuhan Weda, mobil ambulans sudah menunggu rombongan ini. Santi dan bayinya langsung dibawa petugas medis ke RSUD untuk pemeriksaan lanjutan.

”Tiba di rumah sakit langsung ditangani petugas medis,” sambungnya.

Saat ini, Santi dan bayinya di bawah penanganan spesialis kandungan dr. Sukma. Keduanya dinyatakan sehat setelah dilakukan pemeriksaan. Sang suami juga telah dikabari tentang kelahiran bayinya.

”Saya sudah kabarkan kalau anaknya sudah lahir. Rencana dekat lebaran baru kami pulang ke kampung," ucapnya.

Mustamin Ode Madi, motoris yang mengangkut Santi adalah salah satu saksi mata persalinan di atas speedboat yang tengah melaju itu. Dia mengaku mereka beruntung saat itu lautan sedang tenang.

”Saya lihat langsung kelahiran bayinya karena posisi saya ada di bagian belakang speedboat saat itu. Yang antar pasien ini saya dan dua teman lain Hamid Esa dan Puasa,” katanya.

Saat melihat bayi keluar dari kandungan, Mustamin langsung menambah laju speedboat. Ia khawatir terjadi gangguan kesehatan pada ibu dan bayi.

”Jadi saya naikkan gas dua mesin 40 PK agar cepat sampai ke rumah sakit. Tapi alhamdulillah ibu dan bayi selamat," ujarnya.(wmj/kai)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembayaran THR PNS Tidak Bersamaan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler