KKB Menyerang Pasukan TNI, Serka Iskan Dwi Terkena Tembakan

Minggu, 13 November 2022 – 13:15 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri. Foto: ANTARA/Evarukdijati

jpnn.com - JAYAPURA – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua melakukan serangan terhadap pasukan TNI yang sedang berpatroli.

Serangan KKB yang dilakukan Minggu (13/11), sekitar pukul 11.37 WIT, di Kampung Yenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, menyebabkan Serka Iskan Dwi Wardana mengalami luka tembak di paha kanan.

BACA JUGA: Sniper Brimob Tembak Mati Anggota KKB

Danrem 173/PVB Brigjen TNI Sri Widodo mengatakan, Serka iskan Dwi Wardana saat ini sudah dievakuasi ke Puskesmas Ilaga.

Sebelumnya, Sabtu (5/11) kelompok kriminal pimpinan Bocor Sobolim, kembali melakukan aksinya dengan menyerang dan membakar camp mining 81 di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang.

BACA JUGA: Biadab, KKB Merekam Aksi Penyerangan Brutal Terhadap 14 Orang

Seorang penambang meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Pada Juli lalu pelaku dan kelompoknya juga menyerang dan membakar camp di dekat TKP dan menebas seorang penambang serta membawa kabur kepalanya.

Menyikapi kejadian tersebut, pada Senin (7/11), Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan pihaknya akan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kriminal di kawasan penambangan yang berada diantara Kabupaten Pegunungan Bintang dengan Kabupaten Yahukimo.

"Memang benar aparat keamanan dari TNI-Polri akan dikerahkan untuk melakukan penegakan hukum di kawasan penambangan yang beberapa seringkali diganggu kelompok criminal.”

BACA JUGA: Tegas, Komjen Boy Rafli Sebut KKB Masuk Kategori Teroris

“Pembunuhan yang dilakukan sudah di luar batas kemanusiaan sehingga kami akan melaksanakan penegakan hukum, " kata Fakhiri di Jayapura, Senin.

Diakui, dari laporan yang diterima pelaku penyerangan pada 5 November itu bukan murni kelompok KKB, tetapi kelompok kriminal yang kemungkinan melakukan aksi ada permintaannya yang tidak dipenuhi.

Kawasan penambangan berada di pedalaman yang sulit dijangkau sehingga bila penegakan hukum dilakukan harus diperhitungkan terlebih dahulu dengan seksama.

"Untuk mencapai lokasi harus menggunakan helikopter, " kata Fakhiri.

Kapolda Papua mengakui pihaknya sudah berulang kali menghimbau agar warga tidak melakukan penambangan mengingat Juli lalu kawasan itu juga diserang dan seorang pekerjanya dipenggal kepalanya hingga hanya tubuhnya yang dimakamkan.

"Bagi warga yang mencari nafkah di daerah rawan diharapkan selalu waspada karena nyawa tidak ada gantinya," kata Irjen Fakhiri. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
KKB   TNI   Pasukan TNI   KKB Menyerang TNI   Papua  

Terpopuler