Klaim Belum Timbulkan Gejolak

Senin, 06 Januari 2014 – 05:05 WIB

jpnn.com - SERANG–Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang menilai ,sampai saat ini belum ada gejolak yang terjadi di tengah masyarakat pascakenaikan harga elpiji 12 Kg.  

 

Pelaksana Monitoring Lapangan Bidang Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Serang, Ake Manusdeki mengatakan, kenaikan tersebut tidak berpengaruh terhadap masyarakat kalangan menengah ke bawah, namun hanya berdampak masyarakat kalangan menengah ke atas.

BACA JUGA: Ancam Pramugari Garuda, Oknum PNS Dipolisikan

“Kan pengguna gas elpiji non subsidi 12 Kg itu masyarakat menengah ke atas. Jadi tak berpengaruh bagi masyarakat menengah ke bawah karena menggunakan gas elpiji subsidi 3 Kg, dimana harga tidak ada kenaikan masih tetap Rp 15 ribu,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Minggu (5/1).

BACA JUGA: Bayar Gaji di Bawah UMP Dipenjara 4 Tahun

Dikatakan Ake, kondusifnya situasi di tengah masyarakat berdasarkan hasil monitoring pihaknya, khususnya pada tiga pasar yakni, Pasar Ciruas, Anyer dan Pasar Baros Sabtu (4/1) lalu.

“Untuk saat ini memang ada permintaan yang meningkat bagi setiap agen gas elpiji, dimana menjelang perayaan Maulud Nabi SAW. Hal itu terjadi baik di wilayah Kabupaten dan Kota Serang,” ungkapnya.

BACA JUGA: 4 Tersangka Pembobol Bagasi Group Handling Lion Air

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Serang, Suganda menambahkan, pasca enaikan harga gas 12 Kg, pihaknya mengkhawatirkan banyaknya masyarakat menengah yang beralih menggunakan gas elpiji  gas subsidi 3 Kg dari sebelumnya biasa menggunakan gas 12 Kg.

“Nah itu kemungkinan akan bertambah permintaan, dan akan terjadi langkah keberadaan gas itu. Untuk itu perlu adanya kecermatan bagi para agen-agen gas baik di wilayah Kota maupun Kabupaten Serang,” katanya.

Salah seorang warga Kota Serang, Indra (38) mengatakan, kenaikan harga elpiji ukuran 12 Kg dari yang semula Rp76 ribu menjadi Rp 124 ribu dipandangnya kurang wajar. Karenanya, dirinya terpaksa memilih membeli tabung gas ukuran 3 Kg.

"Kalau tidak beli yang 3 Kg, keuangan saya sangat kewalahan. Makanya lebih baik ganti," ujar Indra, saat ditemui di agen elpiji, PT Pusaka Inty, di Jalan Trip Jamaksari  No. 5 A Cinanggung Kota Serang, Minggu (5/1). (arif/mg11/made)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pencurian Bagasi Sudah Sering Terjadi di Bandara Supadio


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler