KNKT Beber Misteri Tenggelamnya Kapal MV Nur Allya

Sabtu, 06 Februari 2021 – 13:39 WIB
Ilustrasi:Kapal MV Nur Allya saat beroperasi di perairan Pulau Halmahera (ANTARA/Abdul Fatah)

jpnn.com, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap misteri penyebab tenggelamnya Kapal MV Nur Allya, Agustus 2019 lalu, melalui hasil investigasi yang dirilis, Jumat (5/2).

KNKT menyatakan bahwa menemukan telah terjadi likuifaksi pada muatan bijih nikel di Kapal MV Nur Allya.

BACA JUGA: KNKT Harus Transparan Membuka Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182

“Dapat disimpulkan bahwa muatan Nur Allya mengalami likuifaksi,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Jakarta, Sabtu.

Soerjanto  menjelaskan kesimpulan tersebut berdasarkan analisis kerusakan lifeboat, data sistem informasi otomatis (AIS), adanya sinyal Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB).

BACA JUGA: Sempat Hilang Kontak, Kapal itu Ditemukan Sudah Tenggelam, Lima Kru Masih Dicari

Kemudian, hasil survei bawah air, keadaan laut yang cukup bergelombang dan khususnya data keadaan kadar air dari muatan pada bijih nikel yang melebihi batas kadar air yang diizinkan dalam pengangkutan, serta terjadinya hujan saat pemuatan.

“Dari hasil analisis stabilitas yang telah dilakukan, maka tenggelamnya Kapal Nur Allya di perairan Halmahera, Maluku Utara, pada 21 Agustus diakibatkan likuifaksi muatan bijih nikel dengan nilai momen likuifaksi 474.630,996 ton,” katanya.

BACA JUGA: Kapal Aceh Hebat Ratusan Miliar Jangan Sampai Menjadi Besi Tua

Soerjanto menambahkan nilai lengan penegak negatif dalam momen likuifaksi yang besar, berakibat kapal secara spontan terbalik dalam periode yang sangat singkat.

“Kapal kehilangan stabilitas akibat terjadinya free surface dari muatannya. Selanjutnya kapal terbalik dan tenggelam,” katanya.

Adapun kronologi kejadian disebutkan Kapal Nur Allya berangkat dari Pelabuhan Weda, Maluku Utara, menuju Pelabuhan Morosi, Sulawesi Tenggara, 20 Agustus 2019 pukul 15.56 WIT.
Kapal memuat bijih nikel sebanyak 51.500 metrik ton.

Kapal diawaki 25 orang dan dua pengikut.

Kapal direncanakan tiba di Pelabuhan Morosi pada 23 Agustus 2019.

Pada 21 Agustus 2019 pukul 03.25 WIT berdasarkan data AIS, kapal berlayar dengan kecepatan 9,5 knot,  arah haluan 183 derajat dengan koordinat berada di posisi 01°06’0.30” LS / 128°36’0.68” BT.

Kemudian pukul 03.56 WIT dari data AIS diketahui kecepatan kapal berubah menjadi satu knot dan haluan kapal mengarah ke 188 derajat.

Pada saat itu kapal berada di koordinat 01°10’1.33” LS / 128°35’1.25” BT yang merupakan data AIS Kapal MV Nur Allya terakhir kali terdeteksi.

Setelah itu perusahaan kehilangan kontak dengan Kapal MV Nur Allya. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler