Koalisi Kubu Prabowo Masih Rapuh, Ini Indikasinya

Rabu, 17 Oktober 2018 – 18:47 WIB
Pasangan bakal capres - cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Afriadi Rosdi menilai, egoisme sektoral di antara anggota koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung pasangan capres – cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno, masih sangat menonjol.

Paling tidak, terlihat dari cuitan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief yang sebelumnya secara terang-terangan menyebut Prabowo terkesan malas turun berkampanye ke tengah masyarakat.

BACA JUGA: Jubir Jokowi Sebut Prabowo Pemimpin Pesimistis

"Saya menangkap kesan Prabowo - Sandi sampai saat ini tak kunjung menemukan cara mencairkan egoisme sektoral tersebut demi memperkuat soliditas tim," ujar Afriadi kepada JPNN, Selasa (16/10).

Padahal, kata Ketua Pusat Studi Literasi Media ini, syarat utama membuat koalisi solid adalah terbangunnya saling percaya dalam tubuh tim. Dimana semua berjuang untuk semua dan menguntungkan bagi semua.

BACA JUGA: PSI Sebut Prabowo Makelar Asing, Ini Respons Gerindra

"Koalisi pendukung Prabowo - Sandi juga terkesan belum mendapatkan keyakinan itu. Mereka masih melihat semua keuntungan dari koalisi masih diborong Prabowo dan Gerindra," ucapnya.

Menurut Afriadi, kondisi makin diperparah dengan kesan lemahnya komitmen Prabowo merealisasikan keuntungan dari pelaksanaan Pilpres 2019 untuk semua koalisi. Sebagaimana diketahui koalisi Indonesia Adil Makmur terdiri dari Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat, dan Partai Berkarya.

BACA JUGA: Cuitan Andi Arief, Prabowo tak Mampu Solidkan Pendukung?

Afriadi mencontohkan, posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga. Prabowo terkesan membiarkan sejumlah tokoh Gerindra melakukan manuver politik.

Padahal sebagaimana diketahui, Gerindra sebelumnya berkoalisi dengan PKS saat mengusung Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

"Politik itu kan bicara siapa mendapat apa. Nah, terkait posisi Wagub DKI yang ditinggalkan Sandi, akhirnya muncul kesan Gerindra mengingkari komitmen kepada PKS," kata Afriadi.

Sebelumnya, Andi Arief lewat akun Twitternya @AndiArief mengkritik langkah kampanye Prabowo di Pilpres 2019.

"Ini otokritik : kalau dilihat cara berkampanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," tulis Andi Arief. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Prabowo Saja Malas, Ngapain Demokrat Harus Serius


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler