Komaruddin Hidayat Memuji Buku Terbaru Yudi Latif

Minggu, 02 Agustus 2020 – 22:54 WIB
Komaruddin Hidayat. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar UIN Jakarta Komaruddin Hidayat mengatakan, saat ini diperlukan strategi untuk mempekuat dan memperkukuh identitas nasional.

Sebab, Indonesia sebagai sebuah bangsa yang dicita-citakan belum selesai.

BACA JUGA: Yudi Latif: Negara yang Punya Identitas Nasional Lebih Kuat Hadapi Corona

“Sekarang bagaimana ke depan Pancasila inilah sebagai identity dan ini perlu perjuangan panjang dan perlu strategi," ujar Komaruddin dalam bedah buku berjudul Wawasan Pancasila: Bintang Penuntun Untuk Pembudayaan karya Yudi Latif, Minggu (2/8).

Bedah buku itu diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK).

BACA JUGA: Pujian Anak Buah Prabowo untuk Tradisi Baru dari Yudi Latif

Pemateri lain adalah Sosiolog UI Thamrin Amal Tomagola, pengamat bidang militer Connie Rahakundini, Pendeta Martun L. Sinaga.

Acara dipandu oleh pengamat politik UKI Dr. Sidratahta Mukhtar dan Bursah Zarnubi sebagai host.

Menurut Komaruddin, Pancasila sebagai indentitas nasional yang diimajinasikan, dipikirkan, dan digagas oleh para pendiri bangsa sudah mulai luntur akhir-akhir ini.

“Yudi (Latif) sudah mulai menuliskan kemudian ini tidak menjadi agenda bersama-sama karena Pancasila itu sesungguhnya kaki-kakinya bisa macam-macam,” kata dia.

Di dalam negeri, sambung Komaruddin, bisa pendidikan nasional, agama, intelektual.

“Semuanya itu memang harus ada konsep dan blue print," kata Komaruddin. 

Dia menambahkan, cita-cita identitas nasional yang sudah mulai luntur itu perlu ditemukan kembali strategi untuk menghidupkannya, baik pada tataran konseptual filosofis dan ideologis.

Dia juga mengapresiasi buku karangan Yudi setebal 315 halaman dan diterbitkan oleh Mizan.

“Sebagai orang baragama, bacaan saya pertama adalah kita suci. Sebagai warga negara, hemat saya ini selayaknya menjadi bacaan utama buku Yudi tentang Pancasila,” ujar dia.

Dia menjelaskan, di dalam buku itu terdapat upaya merumuskan, menghidupkan, mempertegas, mengaktualisasikan apa yang dipikirkan, dan dibayangkan oleh para pendiri bangsa.

Menurut Komaruddin, Yudi berhasil berhasil melengkapi dan mengembangkan hal-hal yang tidak sempat ditulis oleh para pendiri bangsa.

“Buku karangan Yudi Latif ini dapat disebut mewakili cita-cita para pemikir, intelektual, dan pejuang yang ikut bersama-sama membayangkan Indonesia,” kata dia. (jos/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler