Komisi V Bakal Panggil Menhub Budi Karya terkait Insiden Jatuhnya Sriwijaya SJ-182

Senin, 11 Januari 2021 – 15:22 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan keterangan pers di Dermaga JICT 2 Jakarta Utara, Minggu (10/1), usai meninjau lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bakal memanggil Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi setelah kejadian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mengatakan, setidaknya dua hal akan ditanyai pihaknya ke Budi Karya terkait insiden pesawat Sriwijaya Air.

BACA JUGA: Melanie Subono Sentil Capt Vincent Raditya yang Bikin Konten di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya SJ182

Satu di antaranya, tentang penggunaan pesawat tua untuk sarana transportasi.

Hal itu disampaikan Ridwan saat meninjau proses search and rescue (SAR) atas peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di dermaga JICT 2, Jakarta Utara, Senin (11/1).

BACA JUGA: 3 Sampel Ini Akurat Untuk Identifikasi Korban Sriwijaya Air

"Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami akan mengundang Menteri Perhubungan dengan seluruh jajarannya. Ingin kami bicarakan persoalan usia pesawat ini," kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, kelaiakan terbang pesawat berusia lebih dari 20 tahun sangat dipertanyakan.

BACA JUGA: Dianggap tak Berempati kepada Korban Sriwijaya Air SJ182, Anisa Bahar Beri Penjelasan Begini

Di sisi lain, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, telah mengudara lebih dari 20 tahun.

"Apa layak usia sudah di atas 20 tahun masih dipakai dipenerbangan di domestik," tanya Ridwan.

Selain persoalan usia pesawat, kata Ridwan, Komisi V bakal mempertanyakan penerbangan tarif murah saat bertemu dengan Budi Karya.

Menurut dia, tidak sedikit maskapai kurang memperhatikan sisi keamanan ketika penerbangan bertarif murah.

"Biaya murah pada dasarnya menurut pemikiran orang, itu adalah bisa terjadi dengan mengabaikan persoalan suku cadang yang sangat dibutuhkan," tuturnya.

Ke depan, Ridwan berharap, peristiwa kecelakaan transportasi udara tidak terjadi setelah insiden jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182.

Keselamatan masyarakat harus utama dalam pengelolaan transportasi udara di Indonesia.

"Itu harapan kami dan harapan rakyat Indonesia. Setiap kejadian seperti ini tentu menggetarkan jiwa rakyat Indonesia," ujar dia.(ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler