Komitmen BNPT Membangun Ketahanan Masyarakat dari Masuknya Radikalisme Didukung Komisi III DPR

Senin, 04 September 2023 – 19:45 WIB
Kepala BNPT RI Komjen Rycko Amelza Dahniel dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR. Foto: BNPT.

jpnn.com - JAKARTA - Komitmen Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) membangun ketahanan masyarakat dari masuknya ideologi radikalisme mendapat dukungan dari Komisi III DPR RI.

BNPT berkomitmen melakukan hal tersebut guna mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia tanpa kekerasan, dan Indonesia harmoni, terutama menjelang tahun politik 2024.

BACA JUGA: Kepala BNPT RI: Tren Toleransi Masyarakat Mengalami Peningkatan

Menurut Kepala BNPT RI Komjen Rycko Amelza Dahniel komitmen tersebut diimplementasikan melalui Program Pembangunan Desa Siap Siaga – Desa Damai dan Pembangunan Sekolah Damai.

"Dalam rangka membangun ketahanan desa yang toleran dan mampu mencegah masuknya ideologi radikalisme, esktremisme dan terorisme, kami menginisiasi hadirnya Desa Siap Siaga," kata Komjen Rycko dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama BNPT RI di Jakarta pada Senin (4/9).

BACA JUGA: Momen HUT Kemerdekaan RI, BNPT dan Mitra Deradikalisasi Berkomitmen Bangun NKRI

Peraih Adhi Makayasa Akademi Kepolisian 1988 itu mengatakan untuk Program Sekolah Damai, perlunya membangun sekolah yang toleran dan memiliki moderasi beragama yang baik.

"Perlu membangun sekolah yang toleran, moderasi beragama, dan memiliki ketahanan terhadap masuknya ideologi radikalisme, esktremisme dan terorisme," ungkap jenderal bintang tiga Polri, itu dalam siaran pers.

BACA JUGA: BNPT Tegaskan Indonesia Garda Depan Pencegahan Terorisme di ASEAN

Program Pencegahan BNPT mendapatkan dukungan dari anggota Komisi III DPR RI.

Program kesiapsiagaan nasional harus dilakukan dan ditingkatkan demi melawan intoleransi, radikalisme dan terorisme di tahun politik 2024.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Nasdem Taufik Basari mengatakan BNPT perlu meningkatkan program pencegahan intoleransi dan radikalisme dengan melihat fenomena adanya oknum masyarakat yang tidak menghormati dan menghargai hak beribadah orang lain.

"Kami berharap ada program yang memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memiliki penghormatan hak untuk beribadah," jelasnya.

Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Demokrat Agung Budi Santoso mengatakan program kesiapsiagaan nasional akan sangat berpengaruh dalam menghalau kelompok-kelompok yang berusaha ingin mengganggu ataupun mengacaukan jalannya pemerintahan.

"Kami mendukung BNPT karena memang situasi 2023 ini sudah mulai menghangat. Jangan sampai situasi ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang ingin mengganggu atau ingin mengacaukan jalannya pemerintahan ataupun jalan terhadap situasi untuk pergantian dari pimpinan negara ini, ini tentunya perlu dikawal dengan tepat," ujarnya. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler