Komjen Gatot Eddy: Kalau Tetap Bandel akan Kami Beri Sanksi Tegas!

Kamis, 10 September 2020 – 17:37 WIB
Wakil Ketua Pelaksana II Komite PCPEN Wakapolri Komjen Gatot Eddy. Foto: dok Humas Polri

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah menggandeng Polri untuk melawan peningkatan jumlah pasien positif covid-19 di Indonesia saat ini.

Hari ini, kepolisian menggelar acara simbolis pembagian 34 juta masker serentak ke seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan polda di tiap provinsi, semua pemprov, dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN).

BACA JUGA: Bupati Berencana Memasukkan Pelanggar Protokol Kesehatan ke Keranda dan Kamar Mayat, Serius?

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Pelaksana II Komite PCPEN, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menjelaskan, pembagian 34.355.922 masker serentak dilakukan oleh jararan polda dan polres seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini dihadiri seluruh kapolda jajaran melalui video conference termasuk para pasangan calon Pilkada 2020, kami juga langsung streaming YouTube, IG agar masyarakat bisa lihat," kata Gatot di Mapolda Metro Jaya pada Kamis (10/8).

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Pesan untuk Uni Puan Maharani, Jakarta sudah Darurat, Covid-19 Datang Lebih Ganas

Selain itu, Komjen Gatot mengatakan hari ini pihaknya juga meluncurkan kegiatan Operasi Yustisi. Operasi itu bertujuan untuk lebih mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan.

"Pendisiplinan harus tegas makanya hari ini kami launching Operasi Yustisi penegakkan masker. Di situ ada polisi, TNI, Satpol PP, kejaksaan, hakim itu akan dilakukan pagi, siang, malam untuk masyarakat dengan sanksi yang tegas," ujarnya.

BACA JUGA: Penjelasan Istana soal KSAD dan Wakapolri Ikut Urusi COVID-19

Dia menambahkan, ke depannya setiap anggota Polri akan dibekali masker untuk dibagikan kepada masyarakat guna mendisiplinkan masyarakat dengan protokol kesehatan.

“Seluruh anggota Polri akan dibekali masker. Baik untuk dirinya sendiri, maupun untuk masyarakat. Nantinya satu polisi satu masker akan jadi program Polri ” jelasnya.

Terkait operasi yustisi yang akan dilaksanakan, sambung Komjen Gatot, anggota kepolisian dan TNI dibantu Satpol PP akan memantau terus masyarakat untuk disiplin masker dan tidak berkumpul. Termasuk juga menjaga perkantoran, pasar dan tempat-tempat lainnya.

“Operasi Yustisi ini tentu akan kami ketatkan terutama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Jadi jangan kaget, nanti aka nada Polisi, TNI dan Satpol PP yang akan menjaga di kantor-kantor. Ini bukan menakuti, tapi untuk melindungi agar penyebaran Covid dapat diatasi bersama-sama,” jelasnya.

Tidak itu saja, Gatot Eddy mengatakan, Polri akan melakukan operasi yustisi secara massif dan juga humanis. Namun jika ada pihak yang sulit untuk diarahkan demi menjaga kesehatannya, TNI, Polri serta Satpol PP tak segan-segan untuk memberi sanksi tegas.

“Kalau tetap bandel dan tidak mau diarahkan, tentu akan kami beri sanksi tegas. Ini demi kebaikan dan kesehatan bersama. Kami tak segan-segan untuk bertindak. Kita ingin Indonesia kembali normal dan masyarakat sehat,” tegasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil KSAD Letjen Moch Fachrudin, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo. Selain itu, hadir Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Ketua KPU Arief Budiman, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta pasangan calon pilkada. (flo/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler