Komnas HAM Putar Rekaman CCTV Detik-detik Penangkapan Dokter Sunardi, Sempat Baku Kejar

Kamis, 17 Maret 2022 – 23:47 WIB
Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Jakarta. Ilustrasi Foto: Antara/Muhammad Zulfikar

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memperlihatkan video rekaman closed circuit television (CCTV) tentang detik-detik penangkapan Dokter Sunardi (54) oleh Densus 88 Antiteror Polri di Sukoharjo, Jawa Tengah pada Rabu (9/3) malam.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan sebuah rekaman CCTV memperlihatkan mobil kabin ganda (double cabin) berwarna putih yang diduga dikemudikan Sunardi. Klip itu menunjukkan mobil tersebut melaju sendirian.

BACA JUGA: Penembakan Dokter Sunardi, Sahroni Dukung Pemanggilan Densus 88 oleh Komnas HAM

"Memang awalnya enggak ada petugas. Ini masih dalami apa dipastikan bahwa isinya Dokter Sunardi," kata Anam dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun Humas Komnas HAM di YouTube, Rabu (16/3).

Rekaman lainnya memperlihatkan dua orang menaiki bak belakang mobil kabin ganda yang dikendarai Sunardi. Kedua orang itu merupakan anggota Densus 88.

BACA JUGA: 6 Fakta Dokter Sunardi Ditembak Mati, Detik-detik Densus 88 Beraksi, Berteriak-teriak, Dor!

"Dua orang di double cabin itulah yang anggota (Densus 88)," kata Anam.

Sempat ada tabrakan pertama sebelum personel Densus 88 naik ke mobil Sunardi. Awalnya anggota detasemen berlogo burung hantu itu meminta Sunardi menghentikan mobilnya yang melaju kencang. 

BACA JUGA: Kompolnas Temukan Fakta Terkait Kematian Teroris Dokter Sunardi yang Ditembak Densus 88

Namun, Sunardi mengabaikan permintaan itu sehingga petugas memberikan tembakan peringatan. Mobil yang dikendarai buronan Densus 88 itu menabrak kendaraan polisi.

Tabrakan itu menghentikan laju mobil Sunardi. Saat itulah polisi menunjukkan surat penangkapan.

Namun, Sunardi kabur lagi. "Terus itu berkejar-kejaran, cukup kencang," kata Anam.

Saat berkejar-kejaran, mobil Sunardi dan kendaraan personel Densus 88 saling menyerempet. "Ini sampai muncul percikan api," ujar Anam.

Polisi lantas mengeluarkan tembakan peringatan kedua. Ada dua tembakan peringatan yang diarahkan ke atas.

Lagi-lagi Sunardi tetap mengegas mobilnya. Polisi pun menembak ke arah Sunardi.

"Tembak sebelah kiri bangku. Ditembak dari atas juga enggak berhenti," kata Anam.

Selanjutnya, polisi menembak tangan Sunardi. Tembakan juga diarahkan ke bahu dan kakinya.

Namun, dokter yang diduga terkait dengan Jamaah Islamiyah (JI) itu tetap mengebut. Tembakan ke arah dada juga tak menyurutkan upaya Sunardi kabur dari polisi.

"Terus akhirnya menabrak itu," kata Anam.

Sebelumnya, Polri mengeklaim penembakan terhadap Sunardi sudah sesuai prosedur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan tersangka teroris itu melawan dengan menabrak petugas.(cr3/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Tjahjo Tegaskan Oknum ASN yang Ditangkap Densus 88 Bakal Diberhentikan


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler