Kondisi Donald Trump Sempat Memburuk

Senin, 05 Oktober 2020 – 08:46 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan dari Marine One saat ia kembali dari Bedminster, New Jersey, di South Lawn Gedung Putih di Washington, Kamis (1/10/2020). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Joshua Roberts/WSJ/cfo

jpnn.com, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trimp menjalani perawatan di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed akibat terpapar COVID-19.

Tim medis COVID-19 sedang memantau kondisi paru-paru Donald Trump usai diberikan oksigen tambahan pada Jumat.

BACA JUGA: Netizen Doakan Donald Trump Mati Kena Semprit Twitter

Presiden berusia 74 tahun itu telah menerima dua dosis obat antivirus Remdesivir, serta obat steroid deksametason, yang digunakan untuk kasus parah.

Dr. Sean P. Conley mengakui bahwa kadar oksigen dalam darah Trump menurun dalam beberapa hari sebelumnya dan mengalami demam tinggi pada Jumat pagi.

BACA JUGA: Donald Trump Kena COVID, Presiden Xi Jinping Cuma Kirim Pesan Singkat

Dia mengungkapkan bahwa kondisi presiden memburuk dari yang dilaporkan sebelumnya.

Namun Conley menyebutkan bahwa kondisi Trump pada Minggu membaik.

BACA JUGA: Ada Perwira Berani Melanggar Perintah Jenderal Idham Azis, Jabatan Langsung Hilang

Trump selama ini seringkali meremehkan risiko pandemi COVID-19, yang telah menginfeksi 7,4 juta warga Amerika, menelan lebih dari 209.000 korban jiwa dan menyebabkan ekonomi babak belur yang berujung pada hilangnya jutaan pekerjaan.

Dua anggota staf Gedung Putih terbukti positif COVID-19 beberapa pekan lalu dan ajudan pribadi Trump, Nicholas Luna, juga terinfeksi virus corona, menurut sumber yang mengetahui kondisi tersebut.

Ditanya mengenai pemeriksaan apa yang mengungkapkan kondisi paru-paru Trump, Conley menjawab: "Ada sejumlah temuan perkiraan, namun tidak ada masalah klinis yang berarti."

Tanggapan Conley menunjukkan bahwa sinar X mengungkapkan tanda-tanda pneumonia (radang paru-paru), kata Dr. Amesh Adalja, spesialis penyakit menular di Universitas Johns Hopkins.

"Temuan yang diprediksikan yaitu Trump terbukti mengalami pneumonia dalam sinar X. Jika itu normal mereka akan dikatakan normal," pungkas Adalja. (Reuters/antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler