Konflik Asmara, Pak Guru Tersungkur di Lantai Kos Pacarnya

Rabu, 30 November 2016 – 08:43 WIB
Usai ditangkap warga, Higinus Dhichy Putra ditahan di Mapolresta Pontianak, Selasa (29/11). Foto: ACHMAD MUNDZIRIN/Rakyat Kalbar/JPNN.com

jpnn.com - PONTIANAK – Tubuh Irwanda Ahmad, 27, langsung tergeletak di lantai indekos pacarnya, Vr, di Gang Ilham Jalan Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak Kota, Selasa (29/11).

 

Vr, mahasiswi salah satu universitas di Kota Pontianak, itu, menangis saat melihat jasad pacarnya terkapar.

BACA JUGA: Perempuan Muda Bunuh Sahabatnya Sendiri, Mayat Dikubur di Kamar

Irwanda adalah guru honorer di SMAN 7 Kota Pontianak. Dadanya ditikam pakai pisau hingga mengenai jantungnya.

BACA JUGA: Keroyok Polisi, Tiga Preman Kampung Sasak Kena 6 Bulan Bui

Dia tewas di tangan Higinus Dhichy Putra, mantan pacar Vr yang juga mahasiswa salah satu universitas di Kota Pontianak.

Usai membunuh Irwanda, pelaku Higinus mencoba melarikan diri. Karena keributan di indekos Vr itu sudah diketahui warga, Higinus pun tidak bisa lagi kemana-mana.

BACA JUGA: Tega! Duit Gadis Pemandu Lagu Raib Digondol Rekan Seprofesi

Dia ditangkap dan dihajar warga, kemudian diserahkan ke Mapolresta Pontianak.

Sedangkan Irwanda sempat dibawa warga ke Rumah Sakit Mitra Medika. Setelah tim medis menyatakan dia sudah tidak bernyawa, jasadnya dibawa ke Dokkes Polda Kalbar.

Polisi melakukan visum serta berencana akan melakukan otopsi mayat korban.

Kasus pembunuhan ini berawal saat Irwanda berada di indekos pacarnya.

Ketika sedang berduaan di indekos, tiba-tiba Higinus datang. Higinus merasa masih menjalin hubungan asmara dengan Vr.

Melihat Irwanda bersama Vr, Higinus pun naik darah. Kedua pria itu pun bertengkar di hadapan wanita pujaannya.

“Saat itu korban berdiri seolah hendak menantang saya. Dia menolak badan saya, sehingga terjadi tolak-tolakkan,” kata Higinus dengan lima jahitan di pelipis matanya, diduga karena dihajar warga ketika hendak melarikan diri.

Melihat pacar dan mantan pacarnya bersitegang, Vr mencoba melerai. Bukannya berhenti saling tolak, namun kedua pemuda itu malah berkelahi hingga Irwanda tersungkur ke lantai.

“Saat korban jatuh, saya ambil pisau di dalam kamar dan langsung menikam dadanya,” kata Higinus.

Higinus mengaku sudah enam tahun pacaran dengan Vr. Namun keduanya putus hubungan sekitar enam bulan yang lalu.

“Orangtua saya dan mantan pacar saya sudah saling kenal. Jadi kalau ada apa-apa sama dia, saya yang selalu ditanya,” katanya.

Meskipun tak lagi pacaran, Higinus kerap mengunjungi mantan pacarnya itu.

“Saya pasrah saja apa yang terjadi. Saya pun mengalami luka di pelipis,” ujarnya.

Nuraini, ibunda Irwanda, mengaku tidak pernah mengetahui hubungan anak keduanya itu dengan Vr.

Padahal dia sudah mencarikan jodoh untuk anaknya itu. Wanita yang hendak dijodohkan itu baik dan sangat rajin beribadah.

“Dia itu tulang punggung keluarga untuk kelima adiknya,” kata Nuraini saat ditemui di Rumah Sakit Mitra Medika.

Dari pantauan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), ketika jenazah Irwanda di Rumah Sakit Bhayangkara, terlihat puluhan pelajar SMAN 7 Pontianak beserta kerabat menunggu proses visum almarhum gurunya.

Sedangkan Vr hanya menangis. Teman-temannya berusaha menenangkannya.

Faiz, 16, salah seorang siswa Irwanda yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian tidak menyangka, korban pembunuhan itu adalah gurunya.

“Saya lihat ada orang ramai-ramai.Saya kira maling, tapi orang bilang ada yang ditusuk,” ujar Faiz.

Menurut Faiz, setelah membunuh gurunya, Higinus sempat lari ke rumah salah satu tetangganya dan bersembunyi di dalam WC. Kemudian dia dikepung massa.

Pelaku kemudian sempat menjadi bulan-bulanan warga, hingga akhirnya ditangkap dan diserahkan ke Mapolresta.

“Saya dapat informasi bahwa korban adalah guru yang mengajar di sekolah saya. Tak nyangka Bang, Pak Wanda orangnya baik,” kata Faiz.

Suasana di ruangan UGD Rumah Sakit Bhayangkara hingga pukul 21.00 tadi malam masih ramai didatangi kerabat Irwanda.

Mereka tampak terpukul dan berduka. Dimata rekan-rekannya, Irwanda dikenal guru yang baik.

“Dia orangnya baik, dengan anak-anak dekat. Baru saja kemarin dia bikin film sama anak-anak di sekolah,” ujar Sukamdi, rekan Irwanda mengajar di SMAN 7 Pontianak.

Sementara Adit, alumni SMAN 3 Pontianak yang pernah diajar oleh mendiang Irwanda mengaku, gurunya itu tidak pernah marah.

“Dia nggak pernah marah Bang. Orangnya lucu. Dia bilang dia sendiri bingung seperti apa kalau dia marah,” ujar Adit menirukan perkataan mendiang gurunya tersebut.

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean mengatakan, kasus pembunuhan ini masih dalam penyelidikan jajarannya. (ach/ima/amb/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Buk! Dibogem dan Dicekik Tukang Parkir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler