Kongres Penyatuan KNPI, Pemuda Muhammadiyah Minta Menpora Proaktif

Selasa, 28 Desember 2021 – 18:09 WIB
KNPI. Foto: Website KNPI

jpnn.com, JAKARTA - Upaya penyatuan organisasi KNPI mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari Menko PMK Muhadjir Effendy, hingga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto.

Nama terakhir diketahui turun langsung dengan menemani ketiga kubu, yakni Noer Fajrieansyah, Mustahuddin, serta Raden Andreas Nandiwardana menemui Muhadjir belum lama ini.

BACA JUGA: Fajrie Apresiasi Dukungan Menko PMK soal Kongres Penyatuan KNPI

"Pesan Pak Muhadjir, kongres penyatuan (KNPI) adalah langkah maju dalam mempersatukan organisasi kepemudaan," ujar Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Razikin melalui keterangan tertulisnya, Selasa (28/12).

Razikin mengatakan bahwa dalam pertemuan bersama Muhadjir yang juga dihadirinya, sang menteri akan mengundang Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali dan para pemangku kepentingan.

BACA JUGA: Emak-Emak Tertangkap Basah Lagi Sama Berondong

Tujuannya untuk mencarikan jalan keluar terbaik agar KNPI dapat kembali sebagai wadah berhimpun pemuda Indonesia.

"Sangat disayangkan kalau KNPI dibiarkan dalam kondisi keterpurukan seperti sekarang ini," ujar Razikin.

"Dukungan Pak Menko PMK ini harus kita apresiasi. Insyaallah beliau bersedia menjadi mediator dalam menyelesaikan kemelut di KNPI," lanjutnya.

Adapun Kongres Penyatuan Organisasi KNPI rencananya digelar pada Januari 2022.

Rencana tersebut sebagaimana hasil dari Rapat Pimpinan Paripurna Nasional (Rapimpurnas) DPP KNPI yang berlangsung di Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Razikin juga menyinggung ihwal peran Menpora terkait persoalan di tubuh KNPI. Dia merasa heran dengan sikap Menpora yang terkesan membiarkan kemelut KNPI ini berlangsung lama.

"Apakah Pak Menpora takut atau ada sesuatu yang disembunyikan? Saya berharap Menpora tidak secara sengaja merawat konflik KNPI demi kepentingan jangka pendek atau kepentingan pribadi dan kelompok tertentu," kata Razikin.

Dia mengingatkan bahwa KNPI adalah taman bunga bagi pemuda Indonesia yang di dalamnya menghimpun ragam warna.

KNPI, lanjutnya, adalah laboraturium perkaderan calon pemimpin bangsa dan negara. Karena itu tidak boleh laboraturium diubrak-abrik oleh satu dua kelompok tertentu.

"Pemuda Muhammadiyah sendiri merasa memiliki tanggung jawab kesejarahan untuk menjaga KNPI sebagai wadah berhimpun. Karena itu, dalam upaya penyatuan yang sedang diupayakan oleh Pak Menko PMK, kami minta Pak Zainudin Amali harus lebih proaktif dan punya visi kepemudaan," kata Razikin. (rhs/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler