Konser Gamelan Kolosal 'Rota Gama 4.0' Bakal Tampilkan Ratusan Seniman

Jumat, 20 September 2019 – 14:08 WIB
Jumpa pers konser gamelan Rota Gama 4.0. Foto: Dok. Rota Gama

jpnn.com, JAKARTA - Universitas Gajah Mada (UGM) akan menggelar konser gamelan yang tak biasa bertajuk ‘Rhapsody of The Acrhipelago: Gamelan 4.0 (Rota Gama 4.0)’. Konser musikal kolosal ini bakal digelar di Lapangan Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta, pada 30 November 2019.

Ketua panitia konser M Najib Azca mengatakan, pagelaran ini ingin menunjukkan bahwa gamelan dapat memangku dan meramu aneka elemen musikal dan kreativitas.

BACA JUGA: Ketika Gamelan dan Alat Musik Modern Berpadu, Keren

“Pagelaran akbar ini akan melibatkan ratusan seniman, yang terdiri dari para pengrawit, penari, perupa dan artis-artis musik terkemuka tanah air,” urai Najib Azca yang juga Direktur Youth Studies Center (YouSure) Fisipol UGM.

Rota Gama 4.0 bukanlah pergelaran tunggal. Event ini terdiri dari tiga rangkaian acara. Pertama, Mobile Rota gama 4.0 yaitu konser musik gamelan 4.0 di truk terbuka di sejumlah titik strategis Yogyakarta. Dirancang sebagai promosi publik dan pra-kondisi, acara ini direncanakan digelar sepanjang bulan November.

BACA JUGA: Kesengsem Gamelan, Bule AS Hijrah dari Chicago ke Solo

Program ini akan menampilkan seniman gamelan lintas genre untuk menghadirkan ambience musikal gamelan, baik klasik maupun kontemporer, di tengah masyarakat Yogyakarta. Kedua, Panggung Apresiasi & Edukasi Rota Gama 4.0 yaitu loka-karya dan unjuk-karya musikal gamelan yang akan diselenggarakan di gedung PKKH UGM 29-30 November.

“Direncanakan setiap hari ada dua kelompok yang manggung selama 30 menit, lalu dilanjutkan dengan lokakarya bersama penonton/partisipan selama satu jam yang hasilnya akan dipanggungkan bersama di 30 menit terakhir,” papar Najib.

BACA JUGA: Puluhan Musisi Bakal Ramaikan Konser Musik untuk Republik

Dalam pelaksanannya, panitia menggandeng Noe Letto sebagai mitra kreatir dan juga Ari Wulu Ishadi Sahida, figur yang selama ini intens dalam dunia gamelan. Pagelaran ini dirancang sebagai sebuah repertoar musikal kolosal multimedia berdurasi 2,5 jam non-stop dimana semua talent tampil terorkestrasi.

“Ini bukan sekadar konser musik biasa. Ini merupakan Statemen Politik Kebudayaan Nusantara bahwa potensi kreatif berbasis lokal bisa memberi sumbangan berharga bagi peradaban musikal dan elan kreatif global. Ini juga merupakan ikhtiar Politik Kebudayaan untuk melawan tren ekslusivisme, primordialisme dan intoleransi yang tengah marak di sejumlah kalangan melalui Jalan Seni Budaya,” tutur Najib.

Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto menegaskan, konser ini bertujuan mengajak anak muda untuk mengenal, melestarikan dan mengembangkan musik gamelan. “Salah satu hasil budaya yang kita miliki adalah gamelan yang semakin hari makin ditinggalkan. Oleh karena itu, UGM sebagai universitas kebudayaan berkewajiban memelihara budaya ini. Tugas kita mengembangkan kebudayaan yang kita miliki,” tandasnya.(erwan)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler