Konsumsi BBM Bersubsidi Menyusut

Selasa, 08 Juli 2014 – 12:51 WIB

jpnn.com - MALANG - Wilayah Malang Raya tercatat mengalami penurunan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubisidi  di awal bulan ini. Tren tersebut membuat penyaluran BBM bersubsidi jenis premium harian, lebih rendah sekitar 5 hinggga 10 persen ketimbang bulan sebelumnya.

Sales Representative Pertamina Region 7, Tito Rivanto menuturkan, bila penurunan konsumsi BBM bersubsidi ini dipengaruhi dua hal utama.

BACA JUGA: Kemenpera Bangun Rusun untuk PNS di Kemayoran

"Pertama liburan sekolah dan kedua merupakan awal puasa, sehingga tingkat konsumsinya menurun," tuturnya.

Tito mengungkapkan, bila penurunan ini memang tergolong tipis dan belum signifikan. Akan tetapi, sudah menjadi catatan yang menarik di tahun ini ketika tingkat konsumsi BBM bersubsidi menurun.

BACA JUGA: Tim Prabowo-Hatta Ingatkan Analis Pasar Tak Beropini Menyesatkan

"Masih tipis, tetapi jarang terjadi hal ini. Apalagi menjelang lebaran,â€Ã‚ beber dia kepada Malang Post (JPNN Group).

Menurut dia, untuk konsumsi premium normal di tahun 2014 ini, rata-rata sebanyak 1100 kl per hari meliputi wilayah Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang. Sementara, selama sepekan pertama bulan ini catatan penyaluran BBM ke SPBU lebih kecil.

BACA JUGA: Tambang Antre Inves Rp 416 T

Pria ramah ini menguraikan, tren ini sudah terjadi sejak pekan terakhir di bulan Juni. Hal tersebut berlawanan dengan catatan konsumsi ketika dua pekan awal bulan lalu, yang mana terjadi peningkatan konsumsi sekitar 8 hingga 10 persen.

"Dua minggu pertama tercatat meningkat karena ada Penas. Di pekan terakhir Juni turun," ujar dia.

Menurutnya, penurunan konsumsi saat liburan sekolah ini dikarenakan tingginya kebutuhan BBM bersubsidi di kalangan pelajar.

"Apalagi di tambah puasa, aktivitas untuk mengendarai kendaraan cenderung berkurang," beber Tito.

Dia menuturkan, konsumsi diprediksi kembali meningkat sepekan kedepan ketika mendekati momen mudik lebaran. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, peningkatan konsumsi BBM bersubsidi jenis premium mencapai 30 persen.

"Antara 20 hingga 30 persen peningkatannya. Mulai meningkat di H-10 mendatang dan semakin memuncak ketika H-1 lebaran," paparnya.

Sebaliknya, untuk jenis solar diprediksi menurun hingga 40 persen. "Tahun lalu sejak H-7 konsumsi solar sudah menurun, sebab angkutan barang berat sudah mulai berkurang," imbuhnya.

Sementara itu, untuk pasokan BBM ketika lebaran dia memastikan aman, sekalipun hingga saat ini belum mengetahui pasti mengenai jumlah total kuota tambahan yang disiapkan.

"Yang pasti  bertambah, tetapi masih menunggu perhitungannya," tutupnya. (ley/jon)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Permintaan Biskuit Melesat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler