Konsumsi Rumah Tangga Terus Menurun, BI Yakin Bisa 5 Persen

Senin, 09 April 2018 – 08:42 WIB
Bank Indonesia. Foto: Ilana Adi Perdana/Jawa Pos.Com/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Konsumsi rumah tangga yang merupakan penyangga utama pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menurun sejak 2010.

Pertumbuhan konsumsi hanya berada di angka 4,95 persen sepanjang tahun lalu.

BACA JUGA: Tok Tok Tok, DPR Setujui Calon Gubernur BI Pilihan Jokowi

Meski begitu, Bank Indonesia (BI) berani memproyeksikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga bisa mencapai lima persen.

Keyakinan bank sentral tidak lepas dari banyaknya event sepanjang tahun ini.

BACA JUGA: Misbakhun Harapkan Calon Gubernur BI Diterima Tanpa Voting

“Diperkirakan konsumsi full year di 5,1 persen. Namun, untuk pertumbuhan ekonomi, saya belum bisa ngomong. Yang jelas, pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1–5,5 persen,’’ ujar Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo, Minggu (8/4).

Deputi gubernur BI terpilih tersebut menuturkan, konsumsi tahun ini mungkin merangkak naik bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Konsolidasi Korporasi Picu Perlambatan Pertumbuhan Kredit

Hal itu merupakan dampak dari beberapa event besar tahun ini seperti Asian Games, pilkada, dan IMF-World Bank Annual Meeting.

’’Ada pula bansos yang disalurkan sejak awal tahun. Itu tambahan mendorong proyeksi kami,’’ tambah Dody.

Sementara itu, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi konsumsi rumah tangga masih sulit tumbuh lebih dari lima persen tahun ini.

Sebab, tahun lalu konsumsi hanya tumbuh 4,95 persen. Selain itu, dalam tiga bulan terakhir terlihat penurunan indeks keyakinan konsumen (IKK) yang dirilis BI per Maret 2018.

’’IKK Maret turun menjadi 121,6 atau lebih rendah daripada posisi bulan sebelumnya 122,5. Indeks penjualan riil per Januari 2018 juga menunjukkan penurunan 1,8 persen (yoy),’’ kata Bhima. (ken/c14/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BI Permudah Masyarakat Daerah Terpencil Menukar Uang Lusuh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler