Konversi BBG Jalan Terus

Jumat, 02 Maret 2012 – 07:26 WIB

JAKARTA - Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi tidak lantas membuat program konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) dilupakan. Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo mengatakan, program BBG untuk kendaraan bermotor merupakan strategi pemerintah untuk jangka menengah dan panjang. "Jadi, BBG jalan terus," ujarnya di Jakarta kemarin (1/3).

Menurut Evita, upaya mendorong pemakaian BBG akan diintensifkan melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur diversifikasi bahan bakar kendaraan bermotor. "Kami targetkan akhir Maret ini sudah bisa selesai," katanya.

Evita menyebut, Perpres itu akan mengatur wewenang dan tugas setiap kementerian dalam program konversi ke BBG. Misalnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan bertugas membangun distribusi gas, Kementerian Perindustrian bertanggung jawab dalam penyediaan converter kit beserta tabung, dan Kementerian Perhubungan menyiapkan persyaratan teknis layak jalan kendaraan. "Sinergi antar kementerian ini sangat penting untuk menyukseskan BBG," ucapnya.

Menurut Evita, dalam program BBG, pemerintah akan berupaya mendorong tersedianya dua jenis BBG, yakni compressed natural gas (CNG) dan liquid gas for vehicle (LGV atau Vigas). "Kalau CNG lebih diarahkan ke angkutan umum," sebutnya. Sebagai gambaran, saat ini sebagian armada Bus Transjakarta (busway) sudah menggunakan BBG kenis CNG.

Bagaimana dengan converter kit? Evita mengakui, selain ketersediaan BBG, salah satu kendala pengembangan BBG adalah masih mahalnya converter kit yang harus dipasarng di kendaraan. "Karena itu, sebagai solusi, pemerintah mungkin akan memberikan converter kit secara gratis bagi kendaraan umum," jelasnya.

Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo menambahkan, di masa mendatang, harga BBG akan lebih stabil dibandingkan harga BBM. "Sebab, harga minyak terus naik, sedangkan harga gas ini lebih stabil. Bahkan, kalau AS sudah memngoptimalkan teknologi shale gas nya, maka harga gas di pasar internasional malah bisa turun," ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, sangat beralasan jika pemerintah terus mendorong penggunaan BBG di Indonesia. Selain karena harga yang lebih murah, gas juga lebih ramah lingkungan dibandingkan BBM, karena emisinya sangat rendah. (owi)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Mandiri Kucurkan Kredit UKM Rp 30 T


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler