Kopi, Ulos, Musik Tradisional dan Fashion Show di Festival Kopi Sidikalang

Kamis, 05 Desember 2019 – 18:42 WIB
Suasana saat Festival Kopi Sidikalang dengan di area parkiran Selatan Gedung Putra Pandowo, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (30/11). Foto: Panitia Penyelenggara Festival Kopi Sidikalang for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sabtu pagi, 30 November 2019, area parkiran Selatan Gedung Putra Pandowo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur sudah dipadati para pengunjung.

Terdengar lantunan lagu dan musik akustik. Biduan dan pemusik membawakan lagu-lagu tradisional pakpak dan lagu daerah Sumatera Utara lainnya. Lokasi parkir itu, disulap menjadi sebuah venue ala Coffeeshop Outdoor.

BACA JUGA: Festival Pesona Ajang Kolaborasi Para Pihak Sukseskan Program Perhutanan Sosial

Mini stage dengan backdrop Sidikalang Coffee Festival terpasang di bagian tengah. Di sebelah mini stage dibuat minibar ukuran 4,5 meter. Di sana, tampak para barista profesional sedang meracik kopi Sidikalang, melayani antrian pengunjung. Liburan akhir pekan ini diisi dengan nikmatnya suguhan Kopi Sidikalang yang sudah tersohor itu.

Di bagian depan panggung, tersedia bangku-bangku dan meja kayu. Sebagai tempat duduk pengunjung, menikmati suguhan Kopi Sidikalang, sembari menikmati lantunan irama dan lagu-lagu yang ditampilkan dari atas panggung.

BACA JUGA: 3 Manfaat Kopi Untuk Kesehatan Rambut

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu

BACA JUGA: Diskon Akhir Tahun untuk Mulai Berbisnis Minuman Kopi Kekinian Xcelcius

Tempat duduk rupanya tak cukup. Pengunjung yang datang melebihi perkiraan. Sebagian berdiri di bagian samping panggung. Dan ada juga yang duduk di lokasi yang memungkinkan untuk duduk, di sekitar venue.

Di bagian belakang panggung, terdapat tiga booth dengan ornamen Pakpak. Booth ini memamerkan varian produk Kopi Sidikalang, dan kain Ulos kerajinan asli Kabupaten Dairi.

“Sidikalang Coffee Festival memang dikonsep dengan style classic identic, dilengkapi dengan coffeeshop yang lagi tren. Dan jadi tempat nongkrong anak-anak muda. Itulah sebabnya event ini dipadati kaum millennial,” tutur Edward Hutagalung, yang merupakan koseptor utama visual branding Sidikalang Coffee Festival ini.

Edward Hutagalung yang juga adalah Founder Andoseva Kreasi Indonesia, yang merupakan Event Organizer Jakarta yang mengeksekusi pelaksanaan Sidikalang Coffee Festival itu.

Sidikalang Coffee Festival meramu content entertain dengan apik. Musik akustik, tarian tradisional Batak Pakpak, aksi para Barista dengan tips meracik kopi yang enak.

Di sela-sela musik, ada games  dan testimoni dari para pengunjung secara langsung. Mereka menikmati racikan Kopi Sidikalang dari para barista profesional itu.

Ratusan pengunjung silih berganti dari venue itu. Menikmati sajian hiburan Sidikalang Coffee Festival, yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 17. 00 WIB, pada Sabtu, 30 November 2019 itu.

Puncak keseruan di sini terjadi di akhir festival. Pada lantunan lagu penutup, semua pengunjung maju ke depan panggung, berjoget bersama dan menikmati alunan musik.

Rania, anak milenial yang merupakan salah seorang pengunjung di Sidikalang Coffee Festival itu berdecak kagum dengan desain dan suguhan festival.

“Keren banget eventnya. Apalagi sajian Kopi Sidikalangnya diracik oleh para Barista profesional. Kenikmatan kopinya menjadi berlipat. Seperti sedang menikmati sajian kopi di coffee shop kelas atas. Dan makin mantap, dengan penampilan musik akustiknya,” tutur Rania memuji.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Dairi, Rahmat Syah Munthe menyampaikan Festival Kopi Sidikalang itu memang digelar secara berkala oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dairi.

“Tujuannya untuk mempromosikan Kopi Sidikalang, dan untuk meningkatkan brand image Kopi Sidikalang. Sehingga akan menimbulkan efek pada peningkatan penjualan. Nantinya, kesejahteraan petani kopi dan pengusaha kopi Sidikalang juga meningkat,” ujar Rahmat Syah Munthe, yang ditemui di lokasi festival.

Pada malam harinya, Sidikalang Coffee Festival dirangkai dengan ramah-tamah dan makan malam dengan para tokoh masyarakat rantau asal Kabupaten Dairi.

Ramah tamah dihadiri Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu yang hadir bersama isterinya Romi Mariani Eddy Berutu Boru Simarmata.

Acara malam hari itu dibuka dengan pergelaran Fashion Show Kain Ulos, yang di-create oleh Istri Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, yakni Romi Mariani Eddy Berutu Boru Simarmata.

Sebanyak 6 model profesional, tampak anggun dan cantik memamerkan 12 desain trendy gaun Ulos.

Usai pergelaran Ulos Fashion Show, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan paparan konsep pembangunan dan peningkatan ekonomi Kabupaten Dairi, yang mendapat dukungan penuh dari para tokoh yang hadir.

Suasana dialog dan tukar pikiran dengan para tokoh dan perantau berlangsung hangat dan akrab. Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu juga tampak senang mendapat masukan dan sejumlah ide maupun rencana yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Dairi.

“Dairi butuh inovasi total, bila ingin bersaing dengan daerah-daerah lainnya yang sudah maju. Salah satu prioritas adalah akses perbankan sampai ke desa-desa. Juga ketersediaan dan akses teknologi informasi digital. Supaya masyarakat bisa dengan mudah mengirim dan menerima uang.  Itu merupakan salah satu faktor utama yang harus dilakukan untuk memutar dan meningkatkan roda perekonomian di Kabupaten Dairi,” ujar Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler