Korban Banjir tanpa Penerangan Listrik

Kamis, 02 Januari 2020 – 08:45 WIB
Banjir di daerah Pondok Cabe, Tangsel, Rabu (1/1). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, LEBAK - Hujan deras disertai angin kencang sepanjang Selasa (31/12) sore hingga Rabu (1/1) pagi tidak saja menyebabkan banjir di Kabupaten Lebak, Banten. Namun, juga mengakibatkan tiang jaringan kabel listrik roboh.

"Sebagian besar warga korban banjir tanpa penerangan listrik," kata Nunu, seorang surelawan Kecamatan Cipanas saat dihubungi di Lebak, Rabu.

BACA JUGA: Anies Baswedan Sebut Kunci Utama Pengendalian Banjir Jakarta

Masyarakat yang terdampak bencana banjir itu gelap gulita tanpa penerangan listrik. Mereka para korban banjir itu terpaksa menggunakan penerangan lampu cempor atau lampu tempel.

Sebab, jaringan listrik di permukiman warga korban banjir tidak berfungsi.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Jokowi-Prabowo Makin Mesra, Hingga Anies Baswedan Diserbu Keluhan Banjir

Kemungkinan petugas dari PLN kesulitan untuk memperbaiki jaringan listrik setelah jembatan yang menghubungkan antardesa terputus.

"Kami sudah melaporkan kepada kecamatan agar warga yang gelap gulita dilakukan pemasangan diesel untuk penerangan listrik," katanya.

BACA JUGA: Jakarta Banjir, Hari Ini Aturan Ganjil Genap Masih Ditiadakan

Menurut dia, warga korban banjir yang gelap gulita itu tersebar di perkampungan Desa Luhur Jaya, Bujal Desa Cipanas, Kampug Sampaleun III Desa Haur Gajrug dan Kampung Nyarengseng Desa Bintang Sari.

Selama ini, mereka para korban banjir sangat memerlukan penerangan listrik karena penerangan menggunakan lampu cempor tidak aman.

Sebab, lampu cempor juga rawan kebakaran jika jatuh dan minyaknya tumpah ke dinding rumah maupun barang yang mudah terbakar.

"Kami berharap PLN bisa secepatnya melakukan perbaikan jaringan listrik pasca-bencana alam itu," katanya.

Sejumlah warga Bujal Desa Cipanas Kabupaten Lebak mengaku bahwa mereka tinggal di pengungsian tanpa penerangan listrik dan hanya menggunakan lampu cempor. Mereka warga tinggal di pengungsian tanpa penerangan listrik tentu tidak nyaman.

"Kami tinggal di gelap itu sesak juga pengap," kata Udin, warga Bujal Desa Cipanas, Kabupaten Lebak. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler