Korut Luncurkan Dua Rudal Lagi ke Arah Jepang, Salahkan Amerika

Senin, 20 Februari 2023 – 16:37 WIB
Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un menyaksikan peluncuran rudal untuk uji coba nuklir. Foto: AFP

jpnn.com, TOKYO - Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan bahwa Korea Utara menembakkan dua rudal balistik ke Laut Jepang, Senin, sehari setelah Amerika Serikat (AS) mengadakan latihan gabungan dengan sekutu Asia Timur dan dua hari setelah negara tertutup tersebut meluncurkan rudal balistik antar benua (ICBM).

Kedua rudal tampaknya jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang dan tidak ada laporan kerusakan pesawat atau kapal, kata kementerian.

BACA JUGA: Murka kepada Amerika, Korut Tembakkan Rudal ke Arah Jepang

Rudal pertama diluncurkan sekitar pukul 6:59 pagi, mencapai ketinggian sekitar 100 km dan menempuh jarak sekitar 400 km, sedangkan yang kedua diluncurkan sekitar pukul 7:10 pagi, mencapai ketinggian sekitar 50 km dan menempuh jarak sekitar 350 km, menurut kementerian.

Pemerintah Jepang mengatakan telah mengajukan protes ke Korut melalui Kedubes Jepang di Beijing.

BACA JUGA: Korut Pamerkan Senjata Pemusnah Massal Baru di Perayaan Ultah Militer

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan kepada wartawan bahwa Jepang telah meminta pertemuan darurat dengan Dewan Keamanan PBB atas peluncuran rudal terbaru Korut, menekankan Tokyo akan bekerja sama dengan AS dan Korea Selatan untuk mengatasi ancaman keamanan regional.

Media Pemerintah Korut, Senin, melaporkan bahwa Tentara Rakyat Korea menetapkan target virtual masing-masing 395 km dan 337 km dari titik peluncuran, dan menembakkan dua peluru dari peluncur roket ganda skala besar 600 milimeter.

BACA JUGA: Korut Berlakukan Lockdown 5 Hari di Pyongyang, karena Covid-19 Lagi?

Kantor Pusat Berita Korut (KCNA) mengutip Kim Yo Jong, adik perempuan dan pembantu dekat pemimpin Kim Jong Un, yang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Pyongyang bisa meluncurkan rudal ke Samudra Pasifik, kemungkinan di atas Jepang.

"Frekuensi penggunaan Pasifik sebagai jarak tembak kami bergantung pada tindakan pasukan AS," kata pernyataan yang dimuat KCNA.

Amerika Serikat melakukan latihan udara secara terpisah dengan Jepang dan Korea Selatan pada Minggu (19/2).

Korut "akan mengambil tindakan balasan yang sesuai" jika tindakan AS "dinilai sebagai ancaman langsung atau tidak langsung," kata Kim Yo Jong, wakil direktur departemen Komite Pusat Partai Buruh Korea.

Sabtu (18/2), Korut juga melakukan latihan "kejutan" ICBM Hwasong-15 di lintasan tinggi, menurut KCNA, yang mengatakan rudal itu terbang sejauh 989 km selama 66 menit dan 55 detik, mencapai ketinggian maksimum 5.768,5 km.

Pemerintah Jepang mengatakan rudal itu tampaknya telah jatuh ke ZEE negara itu di lepas wilayah utaranya, tetapi berpotensi menempuh jarak lebih dari 14.000 km pada lintasan normal dan menyerang di mana saja di daratan AS.

Tes ICBM pertama oleh Pyongyang tahun ini terjadi setelah negara itu menembakkan rekor 37 rudal tahun 2022.

Terdapat juga kekhawatiran yang meningkat bahwa Korea Utara mungkin sedang bersiap untuk melakukan uji coba nuklir ketujuh. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler