KPC PEN Terbukti Moncer, Pertumbuhan Ekonomi RI Terbaik Kedua Setelah China

Rabu, 25 November 2020 – 17:55 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan signifikan di tengah pandemi Cobid-19.

Hal itu terlihat dalam laporan terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 terbaik kedua setelah China.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021 Diprediksi Bisa Mencapai 7,5 Persen

Perekonomian Indonesia bahkan diproyeksikan akan mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan. Hal itu dapat terwujud antara lain berkat kerja keras Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), yang kini diakui dunia internasional.

"Ini tentunya sebuah pencapaian yang patut disyukuri bersama, karena program-program yang pemerintah jalankan untuk pemulihan ekonomi nasional cukup berhasil dan diakui oleh dunia," kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/11)

BACA JUGA: Sudah Ada Izin Polisi, Apel Akbar Habib Rizieq Tetap Digelar di Serang

Airlangga juga mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah masuk masa pemulihan ekonomi, yang akan terus berlangsung hingga tahun 2021. Hal itu berdasarkan berbagai indikator kinerja ekonomi nasional yang mulai membaik.

Pada 2020, kata Airlangga, Indonesia akan mencapai pertumbuhan berkisar -1,6 persen hingga 6 persen. "Ini akan membuat Indonesia berada di range pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari negara lain," ucapnya.  

BACA JUGA: Usul Anies Baswedan soal Libur Panjang Ditolak Pusat, Sekarang Jakarta Merasakan Konsekuensinya

Dia juga menyebutkan bahwa utilisasi sektor industri turur membaik, rata-rata di angka 55 persen. Selain itu, terjadi penurunan risiko investasi, di mana nilai indeks saham membaik dan kapitalisasi pasar mulai pulih kembali.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, kondisi perekonomian global memang menghadapi tekanan luar biasa sepanjang 2020, sejak pandemi Covid-19 merebak.  

Perekonomian seluruh negara di dunia, termasuk anggota G-20 juga mengalami kontraksi cukup parah.

Namun, berkat semangat dan kerja keras KPC PEN serta arahan dari Presiden Joko Widodo, perekonomian Indonesia mampu bertahan di tengah hantaman gelombang pandemi.

"Pemerintah akan mencoba menjaga ekonomi Indonesia agar mampu mengatasi Covid-19, sekaligus memulihkan ekonomi menjadi ekonomi yang lebih kuat, sehat, dan mampu membangun pondasi yang lebih baik," ucap Sri Mulyani.

Dia juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ketiga 2020 mengalami kontraksi -3,49 persen. Nilai itu terbukti membaik, dibanding kuartal kedua, di mana pertumbuhan ekonomi sempat -5,32.

Pertumbuhan itu jauh lebih baik dari negara tetangga seperti Singapura yang sempat -13,2 persen pada kuartal kedua tahun 2020.(gir/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler