KPK Diteror, Koruptor Berteriak Girang

Sabtu, 14 Februari 2015 – 07:19 WIB
Ketua Tim Independen Syafii Maarif. Foto JPNN.com

Tim Independen terus melakukan koordinasi dengan KPK untuk mengetahui sebanyak mungkin teror yang dialami penyidik dan staf lembaga anti korupsi itu.
 
"Kami berupaya mencari seban­yak mungkin fakta dan informasi terkait adanya ancaman terhadap penyidik dan staf KPK," tegas Ketua Tim Independen Syafii Maarif kepada Rakyat Merdeka (Grup JPNN.com) yang dihubungi via telepon, Rabu (11/2) malam.

Semakin banyak ancaman yang diketahui Tim independen, menurut tokoh Muhammadiyah itu, akan semakin baik. Sebab, semua informasi mengenai anca­man tersebut akan disampaikan ke Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Kami Ingin Pak Jokowi Sadar

"Ini menjadi masukan kepada Presiden Jokowi agar menda­pat perhatian serius terhadap para pengancam tersebut," pa­parnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

BACA JUGA: Dia Itu Banyak Bebannya

Bagaimana Tim Independen melihat ancaman terhadap para penyidik dan staf KPK itu?

Kami melihat itu bagian dari skenario besar untuk melemahkan dan melumpuhkan KPK.

BACA JUGA: Suara Effendi Simbolon, Suara Megawati?

Siapa kira-kira pelakunya?

Ini kerjaannya para pihak yang tidak senang dengan pemberan­tasan korupsi yang dilakukan KPK. Mereka adalah kelompok-kelompok yang bekerja sama dengan para koruptor untuk menghancurkan KPK.

Upaya apa lagi yang akan dilakukan untuk menghabisi KPK?

Saya kira hampir semua lini diupayakan untuk melumpuhkan KPK. Bahkan keinginan revisi perundang-undangan pun akan dijadikan alat untuk melemahkan KPK. Walau mereka bilang itu untuk kebaikan dan penegakan hukum, saya kira itu hanya pemanis di bibir saja.

Niat mereka begitu besar un­tuk melumpuhkan KPK. Semua bentuk ancaman, dan tindak tanduk yang mengintimidasi KPK tujuan akhirnya adalah melemahkan KPK.

Siapa yang diuntungkan?

Tentu para koruptor bersorak kegirangan dengan upaya pele­mahan KPK itu. Saya kira, masyarakat dan pers juga harus melihat ini sebagai ancaman serius terhadap pemberantasan korupsi. Yang memiskinkan rakyat itu kan para koruptor.

Apa upaya yang bisa dilaku­kan untuk melawan itu?

Kita secara bersama-sama, rakyat dan pers untuk melawan kembalinya para koruptor. Korupsi harus diberantas, dan KPK harus diperkuat untuk memberantas korupsi.

Bukan hanya KPK, institusi kepolisian juga harus diselamatkan. Sebab, saya melihat, kok bisa institusi kepolisian diman­faatkan oleh segelintir orang demi kepentingan orang per orang di dalamnya. Memanfaatkan institusi kepolisian dengan caracara yang tidak benar.

Apa Tim Independen kom­pak mengupayakan agar per­soalan ini segera selesai?

Saya melihat teman-teman di Tim Independen kompak dan bergerak dengan baik. Selain bertemu KPK dan Kompolnas, kami juga akan bertemu dengan KY (Komisi Yudisial), Pak Sutarman (bekas Kapolri) dan berbagai pihak lainnya. Itu langkah yang cukup bagus untuk menyelesaikan persoalan ini.

Tim Independen dibentuk tidak berdasarkan Keppres. Apa hasilnya bisa maksimal?

Memang tim ini tidak berdasarkan Keppres, tapi kami kompak. Rela bekerja tanpa dibayar, tidak digaji lho tim ini. Tapi kami berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini. Sebab, ini masalah bangsa kita yang harus diselesaikan. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kok Situasi Tambah Tegang Ya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler