jpnn.com - JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah mengajukan banding atas vonis Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap Djoko Susilo yang didakwa korupsi proyek Driving Simulator SIM dan pencucian uang. Langkah banding ditempuh setelah KPK merasa tak puas dengan putusan atas Djoko.
"KPK resmi menyatakan banding terhadap kasus Djoko Susilo. Hari ini baru diserahkannya," kata Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Senin (9/9). Dijelaskannya, alasan banding karena dari 18 tahun tuntutan penjara yang diajukan KPK, majelis hanya menghukum Djoko dengan 10 tahun penjara.
BACA JUGA: Bukti Pelanggaran Kode Etik Hakim Tipikor Diserahkan ke KY
Johan menambahkan, biasanya KPK berharap putusan hukuman penjara adalah 2/3 dari tuntutan yang diajukan. "Setelah dipelajari, putusan hakim ada beberapa hal yang membuat kita menempuh banding, yakni soal hukuman yang kurang dari 2/3," ungkapnya.
Namun, Johan menegaskan, langkah banding yang ditempuh ini bukan berarti KPK tak menghormati putusan Majelis Hakim yang diketuai Suhartoyo itu. "Kami tetap menghormati putusan hakim di tingkat pertama," katanya.
BACA JUGA: Ikut Konvensi, Dahlan Iskan Tak Akan Ambil Cuti
Seperti diketahui, Majelis Hakim mengganjar Djoko dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan. Namun, Djoko dibebaskan dari pidana tambahan berupa pencabutan hak dipilih dan memilih dalam jabatan publik. Selain itu juga dibebaskan membayar uang pengganti Rp 32 miliar.
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU KPK yang meminta majelis menghukum Djoko dengan pidana penjara 18 tahun, denda Rp 1 miliar subsidair 1 tahun kurungan dan membayar uang pengganti Rp 32 miliar. (boy/jpnn)
BACA JUGA: Syarief Hasan: Pramono Bukan Titipan Cikeas
BACA ARTIKEL LAINNYA... IPW Tuding Kompolnas Bermanuver
Redaktur : Tim Redaksi