KPSN Sarankan PSSI Gelar KLB Sebelum Pilpres 2019

Rabu, 20 Februari 2019 – 14:18 WIB
Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional Suhendra Hadikuntono. Foto: KPSN

jpnn.com, JAKARTA - Komite Eksekutif PSSI sudah bersepakat untuk menggelar kongres luar biasa (KLB). Keputusan itu diambil setelah Komite Eksekutif PSSI menggelar rapat di Jakarta, Selasa (19/2).

Anggota Komite Eksekutif PSSI Very Mulyadi mengatakan, pihaknya akan meminta arahan kepada FIFA lalu menyusun agenda KLB.

BACA JUGA: Persipura Setuju KLB PSSI Setelah Pemilu 2019

"Setelah ditetapkan waktunya, PSSI memberitahukan ke anggota empat minggu sebelum KLB. Kira-kira tiga bulan lagi baru KLB,” ujar Very.

Keputusan Komite Eksekutif PSSI menggelar KLB pun mendapat apresiasi dari Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono.

BACA JUGA: Ingin Cekatan Gelar KLB, PSSI Kirim Utusan ke FIFA

"Memang PSSI tak punya pilihan lain kecuali menggelar KLB,” kata Suhendra

Menurut Suhendra, PSSI memiliki local wisdom (kearifan lokal) tersendiri yang merupakan bagian dari force majeure (kondisi darurat).

BACA JUGA: Manajer Madura United Sebut KLB Harusnya Disuarakan Exco Bukan Klub

Dia menyebut kondisi darurat itu ialah situasi menjelang Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 yang akan digelar pada 17 April mendatang.

Dengan demikian, kata Suhendra, tidak harus mengacu kepada mekanisme Statuta FIFA.

"Organisasi apa pun di muka bumi ini pasti menghormati pemilihan presiden di suatu negara. Karena itu, KLB harus digelar sesegera mungkin agar tidak ada jeda kepengurusan di PSSI," tutur Suhendra.

Suhendra menegaskan, jika KLB semakin cepat digelar, situasi akan kian baik sehingga tidak akan mengganggu pelaksanaan Pemilu 2019.

“Serahkan ke ahlinya. Untuk pemilu serahkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum, red), untuk KLB serahkan ke PSSI. Kami yakin masing-masing pihak akan bertindak profesional sehingga KLB PSSI yang diselenggarakan sebelum pemilu pun tak akan mengganggu agenda politik nasional lima tahunan," tambah Suhendra.

Pendiri Hadiekuntono's Institute itu menambahkan, dari aspek pengamanan, profesionalitas Polri dan TNI tak perlu diragukan lagi.

"Yang terpenting suara itu berasal dari bawah sehingga benar-benar murni, tak ada kepentingan apa pun kecuali memperbaiki PSSI," imbuh pria yang mendapat dukungan dari voter untuk maju sebagai ketum PSSI itu.

Suhendra berharap pengurus PSSI yang baru benar-benar yang fresh. Dengan demikian, para pengurus baru itu tidak terkontaminasi masalah-masalah di PSSI.

"Selain itu, mereka juga tidak memiliki beban masa lalu di PSSI. Kalau orang-orang lama masih bercokol, jangan berharap PSSI bisa berubah menjadi lebih baik,” papar Suhendra.

Selain itu, sambung Suhendra, PSSI harus membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).

Dia menjelaskan, PSSI juga harus menetapkan tanggal KLB pemilihan kepengurusan baru, termasuk menjaring nama-nama calon ketua umum.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan Satgas Antimafia Bola sesuai tupoksinya agar suksesi di PSSI dan proses hukum berjalan paralel," kata Suhendra. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Potret Putri Iwan Budianto yang Memesona


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler