KPU Temukan Sejumlah Kesalahan di TPS

Minggu, 03 Maret 2024 – 21:31 WIB
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tabanan menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (3/3/2024). ANTARA/HO-Humas Pemkab Tabanan.

jpnn.com - TABANAN - Sejumlah kesalahan di tempat pemungutan suara (TPS) terjadi pada pemungutan suara Pemilu 2024 lalu.

Hal tersebut diketahui saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (3/3).

BACA JUGA: PSI Peroleh 7 Kursi DPRD di Papua Barat, Kenaikan 700 Persen

Menurut Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra kesalahan diketahui berdasarkan laporan dari petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Antara lain, kesalahan teknis pada proses pencatatan surat suara saat rekapitulasi.

"Pokok permasalahan yang ditemukan pada rapat pleno kali ini adalah kesalahan administrasi hingga surat suara salah catat," ujar Wayan Suwitra dalam keterangannya, Minggu (3/3).

Wayan Suwitra mengatakan meski ada sejumlah permasalahan saat rapat pleno seperti yang disampaikan oleh petugas PPK, tetapi pihaknya menjamin masalah tersebut tidak akan menggangu hasil perolehan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Walau ada permasalahan sedikit dalam rapat pleno yang digelar hari ini sampai dengan 4 Maret, tetapi permasalahan tersebut segera diperbaiki. Secara keseluruhan acara rapat pleno ini berjalan kondusif dan aman," katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Tabanan Ketut Narta mengatakan pola kesalahan administrasi tersebut menyangkut perubahan administrasi, yakni jumlah surat suara yang kurang tidak dicatat di TPS.

"Permasalahan dalam rapat pleno baik masalah administrasi maupun surat suara salah catat, harus segera diselesaikan. Hal tersebut untuk mencegah jangan sampai pada saat rekapitulasi di provinsi jadi menambah masalah," katanya.

Terkait dengan partisipasi masyarakat dalam pemilu Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra mengatakan target partisipasi pemilih di Kabupaten Tabanan merangkak naik.

"Di Pilpres 2024 partisipasi pemilih yang semula ditargetkan sebanyak 85 persen tanpa diduga naik menjadi lebih dari 88 persen," katanya.

Kenaikan jumlah partisipasi pemilu ini dikarenakan banyak partisipasi dari generasi Z yang ikut serta pemilu kemarin.

"Generasi muda sekarang jumlahnya lebih berbeda dibandingkan pada pemilu 2019 lalu," ujar Wayan Suwitra. (Antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA JUGA: KPU Bantah Ada Penggelembungan Suara PSI

BACA JUGA: Begini Komentar KPU Tanggapi Melonjaknya Suara PSI

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suara PSI Melambung Tinggi, KPU Bilang Begini


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler