Krayan dan Krayan Selatan Dilayani Listrik 80 KWP PLTS

Selasa, 03 November 2015 – 14:09 WIB
Pusat operasional PLTS di Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan yang baru saja diresmikan Bupati Nunukan Drs H Basri MSi. Foto: IST

jpnn.com - NUNUKAN – Pemkab Nunukan terus berupaya meningkatkan pembangunan agar dapat dirasakan masyarakat secara merata. Salah satunya dengan meningkatkan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat. Tahun ini saja, setidaknya ada ratusan program dan bantuan bagi masyarakat untuk dapat menikmati listrik baik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun  Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari beberapa kementerian.

Ini sebagai bagian buah pemikiran yang digagas Bupati Nunukan Drs H Basri MSi dan Wakil Bupati Nunukan Hj Asmah Gani dalam program Gerakan Membangun Ekonomi Aman dan Sejahtera (Gerbang Emas).

BACA JUGA: Soal Hubungan Intim, Sunaryo Suka Bercinta Ramai-ramai Bersama 7 Istrinya

Pelayanan kelistrikan kali ini berupa 80 kwp PLTS di Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan. Di kedua tempat itu, peresmiannya dilakukan langsung oleh Bupati Nunukan pada 29 Oktober dan 30 Oktober 2015 di dua tempat berbeda yakni, Desa Terang Baru, Kecamatan Krayan sebesar 30 kwp dan Desa Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan sebesar 50 kwp.

Kepala Seksi Pengawasan Ketenagalistrikan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nunukan Serlyana M Nur mengatakan, untuk Desa Terang Baru PLTS tersebut melayani 350 watt per-kepala keluarga (KK) dengan jumlah sebanyak 175 KK,  dan empat fasilitas umum yaitu dua gereja, satu sekolah serta satu kantor desa.

BACA JUGA: 7 Istri Sunaryo Tak Melarang Dirinya Kawin Lagi, Tapi...

“kalau untuk Krayan Selatan, di sana per-KK dilayani 300 watt dengan 200 KK yang terlayani. Kalau untuk fasilitas umumnya ada tujuh, dua gereja, dua sekolah dan 3 kantor desa,” jelas Serlyana.

Kapasitas daya PLTS di dua daerah yang diresmikan bupati itu, lanjut Serlyana, dipastikan akan bertambah apabila usulan penambahan daya disetujui oleh pemerintah pusat.
“Kami ada mengusulkan lagi, untuk Krayan Selatan kami usulkan penambahan 100 kwp dan Krayan 50 kwp,” ujar Serlyana.

BACA JUGA: Meriah Banget, Ribuan Warga Rebutan Gunungan Salak

Selain dua daerah tersebut, pada tahun anggaran 2016 Distamben juga telah mengusulkan sejumlah pembangunan pembangkit listrik hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan PLTS kepada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) RI serta PT. PLN (persero) untuk mencakup seluruh wilayah yang belum terlayani listrik.

Dirincikan Selyana untuk pembangunan jaringan baru, Distamben mengusulkan 16 lokasi kepada PT. PLN diantaranya, Jalan Lingkar Pulau Nunukan, Arah GGP Desa Binusan, Kilometer Tiga Desa Binusan, lorong Kilometer Delapan Desa Binusan, Jalan Damai Persemaian Kecamatan Nunukan, Arah Gardu Penghubung Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sei Lancang Nunukan Selatan, PDAM Tanjung Harapan Nunukan Selatan, Kampung Pisang Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat, Pasar Binalawan Sebatik Barat, Simpang Tiga RT 04 Desa Binalawan Sebatik Barat, PDAM Lapio Sebatik Barat, Puskesmas Pembantu Tanjung Karang, Kampung Somel Kecamatan Sebatik, Jalan Sei Lancang Nunukan Selatan dan dua di Desa Binusan kilometer satu dan kilometer dua.

Sementara untuk Kementerian ESDM, Distemben mengusulkan 14 lokasi dengan program listrik berbeda yakni, menggunakan sistem koneksi dengan PLN dan tidak terkoneksi dengan PLN. Untuk program yang terkoneksi dengan layanan PLN ada sebanyak 6 lokasi diantaranya, Kelompok Desa Lembudud, Krayan dengan daya PLTD sebesar 2x300 kw dan hybrid PLTS terpusat sebesar 200 kWp. Kelompok Desa Long Layu, Krayan Selatan dengan daya PLTD sebesar 2x300 ks dan hybrid PLTS terpusat 150 kWp, selanjutnya, Kelompok Desa Binuang dan Ba’Liku Krayan Selatan dengan daya PLTD 2x200 kw serta hybrid PLTS terpusat 100 kWp, kemudian Kelompok Desa Long Midang Krayan PLTD 2x300 kw dan hybrid PLTS terpusat 100 kWp.
 
“Selain itu ada Kelmpok Desa Long Umung di Kecamatan Krayan dengan usulan daya PLTD sebesar 2x200 kw dan PLTS terpusat 100 kWp dan terakhir Kelompok Desa Tau Lumbis, Kecamatan Lumbis Ogong PLTD 2x200 kw dengan PLTS terpusat sebesar 100 kWp,” rinci Serlyana.

Selanjutnya, untuk usulan pembangunan PLTS terpusat berada di delapan lokasi diantaranya, Kelompok Desa Tanjung Pasir Krayan Selatan sebesar 20 kWp, Kelompok Desa Tang La’an Krayan Selatan 20 kWp, Desa Tepian Sembakung 30 kWp, Desa Tulang Sembakung Atulai 30 kWp, Desa Butas Bagu Sembakung Atulai 30 kWp, Kelompok Desa Tau Lumbis 30 kWp, Kelompok Desa Panas Lumbis Ogong 30 kWp dan Kelompok Desa Sukamaju Lumbis Ogong 50 kWp.

“Kalau ke KDPDTT RI kami hanya mengusulkan 15 lokasi yang tersebar di Kecamatan Sembakung, Sembakung Atulai, Sebuku, Lumbis Ogong dan Kecamatan Krayan. Semoga usulan Distamben pada TA 2016 ini bisa terealisasi,” harap Serlyana.(rls/fuz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Jurus Pria Beristri 7 Itu Agar Bisa Hidup Rukun dalam Satu Serumah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler