Kreator Mobil Esemka Kena Teror

Kamis, 31 Mei 2012 – 01:02 WIB

SOLO - Berkat kecerdasan dan keuletan Sukiyat, mobil Kiat Esemka buatan siswa SMK Solo menjadi bahan pembicaraan luas. Banyak orang penting tertarik untuk memiliki mobil yang berubah nama menjadi mobil Kiat Esemka tersebut.

Namun di balik kesuksesan mobil yang belakangan nama "Kiat" dihapus tersebut membuat Sukiyat merasa khawatir jika ada sekelompok orang memanfaatkan ketenaran mobil tersebut. Bahkan, teror dan ancaman malah dia terima karena mobil tersebut.

Sukiyat yang sejak 2009 lalu menjadi pelopor mobil Kiat Esemka mengaku hari-harinya bertambah sibuk. Bukan karena pekerjaan untuk membuat mobil tambahan, namun justru melayani banyak orang yang menghubungi baik melalui telepon pribadi maupun telepon kantor.

"Sudah pasti setiap saat handphone saya berbunyi. Baik dari teman bisnis, pejabat maupun pelanggan. Mereka banyak yang memberi ucapan selamat atas keberhasilan dalam membuat mobil Kiat Esemka ini," ujarnya kepada Radar Solo (JPNN Group).

Namun, akhir-akhir ini dia merasa kecewa karena karya siswa SMK tersebut menjadi komodoti politik untuk kepentingan sekelompok elit. Padahal Sukiyat hanya ingin mobil Kiat Esemka benar-benar dimaknai sebagai prestasi dari siswa SMK yang belajar di bengkelnya.

"Saya tidak mau kalau hanya dimanfaatkan agar seseorang bisa terkenal. Tapi saya ingin pemerintah benar-benar memberi kesempatan kepada siswa SMK yang b erhasil menciptakan mobil Kiat Esemka ini seluas-luasnya," tambah pria yang mengawai usaha dengan membuka bengkel sepeda ontel ini.

Pengusaha bengkel mobil dari Trucuk, Klaten, ini, mengungkapkan, akhir-akhir ini dia mengaku mendapat sejumlah ancaman dari pihak yang tidak diketahui asalnya. "Saya kan membeberkan masalah teknis apa adanya, seperti yang saya ketahui, tetapi rupanya ada sejumlah pihak yang tidak senang dengan apa yang saya beberkan," ujar Kiyat.

Diduga, kejujurannya membuka fakta bahwa banyak onderdil Esemka dicomot sana-sini menjadi pemicunya teror. "Saya tanya, di mana di Indonesia ada yang membuat gardan mobil, transmisi box dan lainnya?" tegasnya.

Namun dia enggan menjelaskan pelaku yang mengancamnya. "Kalau nanti terjadi apa-apa dengan saya, biar masyarakat tahu bahwa memang ada yang ingin menyingkirkan saya," tuturnya.

Antre di Puspitek

Sementara itu, prototipe mobil Esemka yang digadang-gadang bakal menjadi mobil nasional sudah tiba di Balai Termodika Motor dan Propulsi (BTMP) Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan. Sejak tiba Selasa (29/5), mobil buatan siswa SMK Solo itu masih harus menunggu jadwal pengujian hinggal tanggal 15 Juni 2012 mendatang.

"Kapan mobil ini diuji kami belum tahu. Karena masih harus mengantre hingga tanggal 15 Juni mendatang," kata Budi Martono, tim teknis Esemka.

Sebelumnya Esemka gagal uji emisi pada Februari 2012 lalu. Karena itu harus dilakukan perbaikan di beberapa bagian dan dikembalikan ke pabriknya di Solo.

Selanjutnya Mobil Esemka dalam pengujian kali kedua masuk daftar antre ke-47 di Puspiptek. Perbaikan yang sudah dilakukan di Solo di antaranya mengurangi bobot mobil dari sebelumnya 1,85 ton menjadi 1,2 ton. Selanjutnya dilakukan juga perbaikan pada intake manifold, exhaust manifold, ruang bakar, serta resetting ecu catalisator. "Dengan perbaikan yang dilakukan, kami optimis Esemka lolos uji," kata Budi.

Kepala Balai Termodika Motor dan Propulsi (BTMP) Rizqon Fajar menerangkan, uji emisi mobil Esemka kemungkinan besar bakal dilakukan dilakukan satu hingga dua minggu ke depan. Pasalnya, dalam daftar antre uji mobil di BTMP, ada 47 kendaraan maupun engine yang sudah masuk daftar antrean terlebih dahulu.(kin/oh/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Gelar Konsolidasi Agar Trisakti Bisa Dieksekusi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler