Kredit Investasi Tumbuh Tetapi Masih Minus

Selasa, 26 Juni 2018 – 01:17 WIB
Ilustrasi batu bara. Foto: Jawa Pos.Com/JPNN

jpnn.com, SAMARINDA - Pembentukan modal tetap bruto (PMBT) atau investasi Kaltim pada triwulan pertama 2018 mengalami penurunan lima persen dibandingkan periode yang sama pada 2017 yang sebesar 9,8 persen.

Penurunan tersebut berdampak pada penyaluran kredit investasi yang saat ini masih terkontraksi minus 11,4 persen.

BACA JUGA: Bos Baru BEI Fokus Edukasi Investasi

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, kredit investasi Kaltim mengalami deselerasi.

Yakni, terjadi kontraksi sebesar minus 11,4 persen pada triwulan pertama 2018. Namun, tidak sedalam kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar minus 16,9 persen.

BACA JUGA: Inflasi Juni Diprediksi Tetap Terkendali

Artinya, kredit investasi sebenarnya tumbuh meski masih minus.

“Adapun kontraksi kredit investasi tertinggi terjadi pada kredit investasi pada sektor pertambangan yang terkontraksi minus 31,0 persen pada triwulan I 2018,” kata Nur kepada Kaltim Post, Kamis (21/6).

BACA JUGA: Iklim Investasi Bagus, 4.343 Izin Usaha Masuk

Meski demikian, Nur melihat ada sedikit perbaikan kredit investasi Kaltim disertai peningkatan risiko kredit yang naik dari 5,5 persen pada triwulan keempat 2017, menjadi 6,2 persen di triwulan pertama 2018.

“Risiko kredit investasi masih berada di atas threshold non-performing loan (NPL) sebesar lima persen,” ujar Nur.

Nur menjelaskan, PMTB Kaltim triwulan pertama 2018 mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

PMTB Kaltim triwulan pertama 2018 turun dari 9,8 persen year on year (yoy) pada triwulan keempat 2017 menjadi 4,8 persen (yoy).

“Walaupun menurun, PMTB memberikan andil sebesar 1,1 persen (yoy) pada pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan pertama 2018,” tutur Nur. (ctr/ndu/k15)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anak Mulyati: Ibu Saya Cantik, Banyak yang Mau Sama Dia


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler