Kredit Melambat, Perbankan Umum Raih Laba Rp 84,81 Triliun

Kamis, 17 November 2016 – 09:33 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Laba perbankan umum ternyata tak terpengaruh melambatnya pertumbuhan kredit.

Buktinya, bank umum mencatat laba Rp 84,81 triliun hingga kuartal ketiga tahun ini.

BACA JUGA: Penarikan Dana Besar-besaran, Perbankan Tetap Aman

Sebagai catatan, pertumbuhan kredit di bank umum secara year-on-year hanya 6,46 persen.

Pertumbuhan kredit ditopang kenaikan harga komoditas yang mulai terjadi sejak awal kuartal II.

BACA JUGA: Emisi Obligasi Tak Terpengaruh Efek Donald Trump

Hal itu kemudian memengaruhi kinerja korporasi yang berimbas kepada kelancaran pembayaran utang ke bank.

Meski begitu, investasi dari korporasi masih belum tumbuh signifikan sehingga pertumbuhan kredit ikut melambat.

BACA JUGA: Harga Pertamax dan Pertamax Plus Naik, Ini Daftarnya

Kredit pun lebih banyak terdorong dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kredit konsumtif.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, kredit yang bersifat konsumtif cukup memacu laba bank.

’’Ini mencerminkan momentum yang kuat pada bisnis kami, baik dalam institutional banking maupun consumer banking,’’ katanya.

Citi Indonesia mencatat laba bersih pada kuartal III meningkat 64 persen menjadi Rp 1,90 triliun.

Pertumbuhan laba bersih didukung kenaikan pendapatan bunga bersih 15,5 persen menjadi Rp 3,05 triliun.

Selain itu, pendapatan komisi bank meningkat 2,79 persen menjadi Rp 1,51 triliun.

Kinerja yang positif tersebut berkontribusi kepada meningkatnya rasio return on asset (ROA) menjadi 4,47 persen.

Rasio return on equity (ROE) pun ikut terdorong menjadi 16,54 persen.

Menurut Batara, pihaknya masih akan tetap berfokus pada bisnis kredit consumer dan layanan perbankan untuk korporasi.

Dia memprediksi, pertumbuhan kredit tahun ini hanya satu digit, sejalan dengan rata-rata industri perbankan.

Di sisi lain, biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat membaik.

Dari sebelumnya 91,23 persen persen per September 2015 menjadi 79,97 persen pada September 2016. Hal itu menunjukkan bank semakin efisien.

Direktur Keuangan & Perencanaan PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo membeberkan, perseroan juga mencatat pertumbuhan laba yang positif.

Hingga kuartal III, laba sebelum pajak tercatat Rp 1,1 triliun alias tumbuh 12,5 persen (yoy).

Pada periode yang sama tahun lalu, laba Bukopin hanya Rp 978 miliar.

Sementara itu, laba bersih bank dengan kode emiten BBKP tersebut mencapai Rp 884 miliar atau meningkat 10,7 persen (yoy).

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang kenaikan pendapatan bunga perseroan sebesar 13,45 persen menjadi Rp 6,9 triliun.

Sementara pendapatan operasional lain perseroan juga tumbuh 12,15 persen menjadi Rp 1 triliun.

’’Hingga kuartal III, kredit yang disalurkan Bank Bukopin mencapai Rp 73,1 triliun, meningkat 16,6 persen jika dibandingkan dengan posisi September tahun lalu,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, segmentasi UMKM cukup dominan dalam penyaluran kredit BBKP. Hal itu cukup mendorong kinerja laba perseroan. (rin/c4/noe/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenhub-Pelindo I Tandatangani Adendum Konsesi Pelabuhan Kuala Tanjung


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler