KRI Nanggala 402: Cica Tetap Ingin Bertemu Letda Munawir Meski Tulang Saja

Senin, 26 April 2021 – 17:50 WIB
Cica Yuemi (kiri) mendapatkan penguatan dari rekannya, Senin (26/4). Penguatan itu dilakukan setelah suaminya gugur dalam tugasnya di KRI Nanggala 402. Foto: Arry Saputra/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Satu per satu tetangga Cica Yuemi berdatangan memberikan penguatan.

Sesekali mereka tampak memegang tangan dan memberikan pelukan kepada perempuan 39 tahun itu. 

BACA JUGA: Para Kiai Berzikir Mendoakan 53 Patriot Bangsa di KRI Nanggala 402

Sambil memegang foto berpigura kayu, Cica sesekali memandang fotonya dengan sang suami Letda (P) Munawir

Dengan nada lirih, dia mulai membagikan kisahnya kepada para petakziah yang datang ke rumahnya di Keputih Utara Nomor 9A, Sukolilo, Surabaya, Senin (26/4). 

BACA JUGA: MUI: Prajurit di KRI Nanggala 402 Teridentifikasi Salat Berjemaah, Mereka Syuhada

Cica menceritakan, sebelum pergi bertugas, suaminya hanya berpesan kepada kedua anaknya untuk lebih rajin belajar. Tidak banyak pesan yang disampaikan pria 42 tahun itu.

Komunikasi antara keduanya juga tak intens, tidak ada sambungan telepon ataupun video call sebelum berangkat bertugas. 

BACA JUGA: 53 Prajurit Hiu Kencana yang Gugur dalam Tragedi KRI Nanggala 402

"Hanya pesan ke anak-anak saja sebelum berangkat. Komunikasi sama saya kalau sudah pulang, karena sudah biasa kalau sudah tugas tak menghubungi sampai pulang," ujar Cica saat ditemui JPNN.com.

Rabu (21/4) petang, suasana berbuka puasa keluarga Cica terganggu. Cica mendapatkan kabar dari temannya bahwa kapal selam yang ditumpangi suaminya hilang kontak di perairan utara Bali.

"Dia (teman, red) tanya, suamiku layar? Iya layar, kapal apa? KRI Nanggala 402," ucapnya menirukan pertanyaan temannya. 

Cica kemudian diminta melihat tayangan di YouTube mengenai informasi yang disampaikan temannya itu.

"Akhirnya saya coba cari di TV, anak saya (yang pertama, red) yang melihat di YouTube KRI Nanggala langsung muncul dan benar, hilang kontak," ujarnya.

Usai mengetahui kabar tersebut Cica kaget. Tak lama kemudian dia segera bergegas menuju flat atau markas Koarmatim untuk memastikan berita yang dilihatnya. 

Setibanya di sana, dia menunggu info dari kantor tempat suaminya bertugas.

"Saya dikasih tahu, benar. Sedang dicari. Disuruh berdoa saja," katanya. 

Sembari menunggu proses pencarian, Cica terus memantau pemberitaan di televisi dan info-info yang beredar di WhatsApp grup istri TNI Angkatan Laut (AL). 

Di kesempatan yang sama, dia juga mencoba menenangkan kedua putrinya yakni Cinta Cinta Aurelia (sebelas) dan Ara Aulia Maharani (18). 

Pada akhirnya KRI Nanggala 402 dinyatakan subsunk (tenggelam) dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto secara resmi menguntungkan semua kru kapal selam gugur. 

Meski Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah mengumumkan semua kru KRI Nenggala-402 gugur, Cica masih menaruh harapan besar kepada sang suami agar bisa kembali dengan selamat. Dia percaya akan ada mukjizat dari Tuhan. 

Walaupun suaminya ditemukan dalam keadaan meninggal, dia tetap ingin tahu. Bahkan jasadnya hanya bersisa tulang. 

"Evakuasi masih berlangsung, saya berharap ada mukjizat masih bisa selamat. Dievakuasi melihat benar apa enggak, meski cuma tulang saja," kata Cica. (mcr12/jpnn) 

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler