Krisis Air Bersih, Warga Minta Pemerintah Daerah Turun Tangan

Senin, 03 Agustus 2015 – 14:37 WIB
ANTREAN AIR BERSIH – Warga Desa Oluhuta Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango tengah melakukan antrean galon untuk mendapatkan air bersih di salah satu lokasi MCK yang ada di desa setempat, Jumat (31/7). Foto Rahmad/Gorontalo Post/jpnn.com

jpnn.com - JPNN.COM BONBOL – Musim kemarau yang melanda Provinsi Gorontalo menambah penderitaan warga di Desa Oluhuta Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolanggo. Pasalnya, kondisi ini membuat warga setempat mengalami krisis air bersih.

Pantauan Gorontalo Post (Jawa Pos Group) Jum’at (31/7/2015), akibat krisis air bersih tersebut, sejumlah warga terpaksa harus menghemat penggunaan air. Untuk mengambil air di lokasi MCK yang ada di desa setempat.

BACA JUGA: Penyebab Citilink Tergelincir Diduga Karena Ban Pecah

Warga harus antrean dengan menggunakan galon ukuran 5 liter hingga 20 liter. Untuk mengisi satu galon ukuran 5 liter, warga harus menunggu hingga setengah jam.

Pasalnya, air yang keluar dari keran sangat pelan dan sedikit. Kondisi seperti ini menurut warga setempat sudah berlangsung sejak bertahun-tahun yang silam. Namun, krisis air bersih akan lebih para lagi jika datangnya musim kemarau.

BACA JUGA: Roda Citilink Terjebak Lumpur, Evakuasi Jadi Tersendat

“Biasa kalau musim kemarau airnya kering dan tidak ada yang menetes dari keran. Untung saja saat ini masih ada yang menetes meski hanya sedikit-sedikit,”ujar Kepala Dusun III Mimin Samawati (31).

Ia menambahkan, rata-rata air di Dusun I hingga dusun IV antrian untuk mendapatkan air bersih. Dengan adanya krisis air bersih ini, pihaknya kata Mimin harus menghemat air agar cukup untuk memenuhi kebutuhan memasak.

BACA JUGA: Siswa SMP Digulung Pantai Selatan, Inalillahi

Amir (45) bagian pengaturan air bersih di dusun I, mengatakan, warga di dusun I walaupun sudah mengunakan Modun (Tenaga Surya), tetapi masih kesulitan dengan air bersih.

Karna Modun yang ada hanya bisa digunakan pada siang hari dengan waktu yang pendek. Selain itu, Modun membutuhkan cahaya matahari.

“Kami hanya berharap agar pemerintah daerah bisa mengganti Modun tersebut dengan alat yang menggunakan tenaga listrik. Hal ini sebagai solusi agar warga tidak kesulitan air bersih lagi.”tandasnya. (tr-46)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lezat, Ingin Menikmati Sensasi Sate Buaya? Ayo Datang ke Sini!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler