Siswa SMP Digulung Pantai Selatan, Inalillahi

Senin, 03 Agustus 2015 – 07:18 WIB

jpnn.com - SUKABUMI - Dimas (14), siswa kelas IX SMP asal Kabupaten Bogor digulung ombak Pantai Selatan Palabuhanratu, Karangnaya, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi sekitar pukul 14.30 WIB, kemarin (2/8).

Setelah ditemukan seratus meter dari tempat kejadian, korban langsung dilarikan ke RS BLUD Palabuhanratu, untuk dilakukan visum.

BACA JUGA: Lezat, Ingin Menikmati Sensasi Sate Buaya? Ayo Datang ke Sini!

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup JPNN) kejadian tersebut bermula saat Dimas, warga Kampung Tamansari RT 01/10 Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, yang datang bersama rombongan kampungnya mandi bareng di pantai tersebut.

Saat itu, korban bersama satu teman lainnya mandi agak ke arah tengah pantai. Sehingga tak lama kemudian, Dimas dan satu temannya, Budi (16) tergerus ombak.

BACA JUGA: Perempuan Thailand Ini Rela Kuliah di Jember Demi Mencari Ayahnya

"Yang mandi agak tengah itu tiga orang, satu diantaranya langsung berenang dan menepi ke pantai. Sementara Dimas dan Budi langsung tergerus ombak dan ke tengah," ujar Ketua Search and Rescue Daerah (SARDA) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri Asidik, kemarin (2/8).

Petugas keamanan pantai yang melihat dua orang itu, langsung berupaya melakukan pertolongan. Keduanya ditemukan dan dievakuasi oleh petugas. Namun, Dimas yang saat itu terbawa arus sempat terlihat muncul dan tenggelam. Nyawanya tidak dapat terselamatkan.

BACA JUGA: Kisah Suami yang Digugat Cerai Gara-gara Mimpi Berbuat tak Senonoh dengan Janda

Kedua korban langsung dilarikan ke BLUD RS Palabuhanratu untuk mendapat tindakan medis. Kepada korban yang meninggal, tim medis langsung melakukan visum sementara korban yang selamat hanya diberi tindakan medis.

"Selanjutnya korban langsung dibawa ke kampung halamannya untuk dikebumikan," terangnya.

Sementara itu, salah satu teman korban, Indra (25) menambahkan, kedatangannya ke Palabuhanratu untuk berlibur pasca Idul Fitri. Mereka datang bersama teman satu kampung pada Sabtu (01/08) lalu, dan menginap di pantai. Siang harinya, rombongan  bermain pasir dan mandi di pantai.

"Kami gak tahu kalau arusnya kuat, karena ini kedatangan kami pertama. Korban akan kami kebumikan di kampung halaman," singkatnya. (ren/t/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pulang Kondangan, Suami Pergoki Istri Bercumbu dengan Pria Tetangga


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler