Krisis Dunia Melanda, Mentan SYL Bersyukur Sektor Pertanian Bisa Kendalikan Inflasi

Kamis, 22 Desember 2022 – 12:36 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengaku bersyukur karena sektor pertanian mampu mengendalikan inflasi Indonesia. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengaku bersyukur karena sektor pertanian mampu mengendalikan inflasi Indonesia, sehingga bisa keluar dari gelombang krisis dunia.

Dari data yang dimiliki, inflasi Indonesia terbilang rendah karena hanya 5,7 persen.

BACA JUGA: Kementan Gerakkan Penyuluh Sukseskan Genta Organik

Dia mengatakan hampir semua negara menghadapi masalah ekonomi dan keuangan yang sama.

"Alhamdulillah, Indonesia dipimpin Bapak Presiden Jokowi yang luar biasa, kami aman tidak seperti negara lain yang antri harus berbuat sesuatu bahkan ditolong oleh lembaga-lembaga dunia," ujar Mentan SYL saat membuka Perkebunan Expo (Bunex 2022) di Jakarta, Kamis (22/12).

BACA JUGA: Mentan Berikan 33 Sertifikat Emas kepada Champion Petani Milenial, Penyuluh Pertanian, dan P4S

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, kata SYL, Indonesia termasuk negara cukup cerdas karena angkanya mencapai 5,42 persen.

Padahal saat itu, hampir semua negara mengalami nasib yang sama alias stagnan baik dari sisi konektivitas maupun ekosistem ekonominya.

BACA JUGA: Mentan SYL Terima Penghargaan dari Korpri Atas Pengabdian Luar Biasa

"Kenapa pertumbuhan ekonomi bisa 5,42 persen. Jawabanya pertanian dan perkebunan," katanya.

Sejalan dengan hal itu, dia mengungkapkan ekspor perkebunan mengalami kenaikan hingga 90 persen.

Penopang utamanya adalah buah-buahan dan juga produk hasil hutan bukan kayu lainya.

Capaian itu bukan tidak mungkin akan mengalami peningkatan hingga Rp 100 triliun, mengingat pertanian memiliki potensi besar yang dibutuhkan masyarakat dunia.

"Data dan fakta yang ada mengatakan bahwa ekspor dari perkebunan meningkat 90 persen jika dibandingkan ekspor pertanian yang lain," katanya.

Meski demikian, Mentan SYL mengingatkan tahun depan tantangan pertanian tidaklah mudah.

Dunia masih dihadapkan pada cuaca ekstrem, perang Rusia Ukraina yang mengakibatkan tersendatnya laju pasar dunia. Termasuk pasokan pasa sektor pertanian.

"Jangan lupa warning dunia tidak lagi baik-baik, 2023 itu menurut beberapa pengamat akan lebih hebat. Jadi, kami harus optimistis," pungkas Mentan SYL. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Peringati Hari Pahlawan, Mentan SYL: Pertanian Indonesia Sungguh Hebat


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler