Kritik Bagi-Bagi Lahan Jokowi, Prabowo: Kalau Kami Semua Dikuasai Negara

Minggu, 17 Februari 2019 – 21:55 WIB
Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan) mengambil pertanyaan saat debat kedua capres. Foto: Adek Berry/AFP

jpnn.com, JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan punya strategi berbeda dengan pesaingnya Joko Widodo alias Jokowi, dalam pelaksanaan reforma agraria. Lebih spesifik, dia mengkritik kebijakan Presiden ketujuh RI itu membagi-bagikan lahan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Janji Jokowi Terapkan Jurus Kurangi Ketergantungan pada Energi Fosil

BACA JUGA: Penjelasan Kapolda soal Ledakan Keras di Parkir Timur SUGBK

Ini disampaikan Prabowo menanggapi paparan Jokowi yang mengaku telah membagikan lahan seluas 2,6 juta hektare kepada masyarakat kecil dalam 2 tahun terakhir dari target 12,7 juta hektare, melalui program perhutanan sosial.

"Kami punya pandangan strategis yang berebda. Yang dilakukan Bapak Jokowi dan pemerintahannya menarik dan populer untuk satu dua generasi, tapi tanah tidak tambah, dan bangsa Indonesia tambah, setiap tahun kurang lebih 3,5 juta (orang)," ucap Prabowo, dalam debat Capres di Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu (17.2).

BACA JUGA: Jokowi Pamer Sudah Bagikan 2,6 Juta Hektare Lahan

Oleh karena itu, dalam pandangan Prabowo, bila tanah tersebut dibagikan sampai nantinya 12,7 juta hektare, maka pada saatnya nanti negara ini tidak punya tanah lagi karena habis dibagi-bagikan.

"Jadi kalau bapak bangga dengan bagi-bagi 12,7 juta (ha), pada saatnya kita tidak punya tanah lagi. Bagaimana dengan masa depan anak cucu kita? Kami strateginya adalah sesuai UUD 1945, bumi dan air dan semua kekayaan di dalamnya dikuasai negara," tegas Prabowo. (fat/jpnn)

BACA JUGA: Tanggapi Prabowo, PSI: Hanya Politikus Pembohong yang Bicara Tanpa Data

BACA ARTIKEL LAINNYA... Janji Jokowi Terapkan Jurus Kurangi Ketergantungan pada Energi Fosil


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler