Kronologi Bripda Arif Polisi Gorontalo Tertembak Senjata Pelontar Gas Air Mata

Sabtu, 17 September 2022 – 19:26 WIB
Suasana Sekolah Polisi Negara (SPN) di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (17/9/2022). ANTARA/Adiwinata Solihin

jpnn.com - GORONTALO -- Anggota polisi Bripda Arif Gani tertembak senjata pelontar gas air mata oleh rekannya sesama anggota Polri Bripda MRW di Sekolah Polisi Negara Gorontalo pada Jumat (16/9).

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Wahyu Tri Cahyono menjelaskan kronologi tertembaknya Bripda Arif Gani berawal dari adanya komunikasi melalui aplikasi WhatsApp antara korban dengan Bripda MRW. 

BACA JUGA: Bripda Arif Tertembak Senjata Pelontar Gas Air Mata, Begini Kondisinya

Dalam percakapan itu, korban ingin meminjam sepeda motor milik MRW.

Selanjutnya, korban mendatangi Bripda MRW yang saat itu sedang berada di rumah dinas jabatan kepala SPN Polda Gorontalo. 

BACA JUGA: Waduh, Ternyata Ini Penyebab Bripda EP Tertembak

Keduanya pun bertemu. Namun, saat itu sepeda motor milik MRW tidak ada karena sedang digunakan Ipda Samsul.

"Pada saat itu korban hanya meminta nasi dan langsung pergi meninggalkan rumah dinas kepala SPN Polda Gorontalo bersama dengan Bripda MRW menuju Aspol (Asrama Polisi) Blok B Nomor 3 SPN Polda Gorontalo," ujar Wahyu di Gorontalo, Sabtu (17/9).

BACA JUGA: 2 Kaki R Tertembak, Kompol Andrie Setiawan: IL Masuk DPO

Saat keduanya tiba di tempat tersebut, korban langsung menuju ke arah dapur untuk memasak mi instan yang akan dimakan dengan nasi yang diambil dari rumah dinas kepala SPN Polda Gorontalo. 

Bripda MRW menyusul dari arah belakang sambil memegang ponsel.

Ketika MRW berjalan ke arah ruang tengah, yang bersangkutan melihat ada senjata pelontar gas air mata terletak di atas meja. 

Kemudian, MRW meletakkan ponsel yang digenggam dan mengambil senjata tersebut.

"Kemudian secara tidak sengaja menarik pelatuk yang saat itu ujung laras senjata mengarah ke korban hingga mengeluarkan tembakan dan mengenai bagian kepala dari Bripda Arif Gani,” katanya.

“Korban langsung pingsan dan tergeletak di tempat tersebut, selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit Aloei Saboe," sambung Kombes Wahyu. 

Setelah mendapatkan informasi soal kejadian tersebut, lanjut Wahyu, Kapolda Gorontalo Irjen Helmy Santika langsung memerintahkan Kabid Profesi dan Pengamanan serta Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo untuk mengusut kasus itu. 

Selain itu, Kapolda Irjen Helmy Santika juga memerintahkan Kabid Kedokteran dan Kesehatan untuk mengawasi korban selama menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kabid Propam dan Dirreskrimum sesuai perintah kapolda langsung datangi dan olah TKP malam tadi. Terhadap Bripda MRW sudah diamankan di Polda guna proses lebih lanjut," kata Kombes Wahyu. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler