Kronologis Baku Tembak di Gedung Walet

Jumat, 28 September 2018 – 06:56 WIB
Pencuri sarang walet ditangkap polisi. Ilustrasi Foto: dok JPNN.com

jpnn.com, KOTAWARINGIN TIMUR - Warga Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, dihebohkan dengan aksi baku tembak antara maling dan polisi di dalam gedung walet milik Hasan, Rabu (26/9).

Pemilik gedung sempat terjebak di dalam dan ditodong senjata oleh pencuri bernama Rudianto alias Mudi (19).

BACA JUGA: Tamu Hotel Jemur Sarang Burung Walet, Oh Ternyata!

Kejadian berawal saat Hasan melihat lampu di gedung walet miliknya tiba-tiba mati, Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Dia merasa ada yang tidak beres.

”Saya curiga lantaran lampu yang ada di dalam gedung walet tiba-tiba mati,” ungkap Hasan saat ditemui Radar Sampit (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: KKSB Klaim Terjadi Seribu Kali Baku Tembak

Hasan pun langsung memanggil warga sekitar. Lalu, warga melapor kepada petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaga. Sebagian lagi berjaga di luar gedung walet. ”Awalnya kami biarkan dulu pelaku di dalam gedung walet,” terang Hasan.

Setelah beberapa anggota Polsek Cempaga tiba di lokasi, Hasan bersama polisi dan warga lainnya masuk ke dalam gedung pukul 05.15 WIB.

BACA JUGA: Polisi Baku Tembak dengan 3 OTK di Jalan Kaliurang Jogja

”Perlahan kami masuk, kemudian melihat bahwa posisi pelaku saat itu sedang merayap di dalam gedung. Mungkin karena terkejut saat melihat kehadiran kami, pelaku akhirnya jatuh dari lantai empat ke lantai tiga. Saat pelaku jatuh itulah, pelaku langsung mengeluarkan tembakan yang arahnya tidak beraturan,” ungkap Hasan.

Setelah mendengar suara tembakan, warga dan beberapa anggota Polsek Cempaga pun langsung memutuskan untuk keluar dari gedung. Sementara Hasan yang sudah duluan tiba di lantai tiga dalam gedung, bertemu dengan pelaku.

”Saat itu, posisi saya memang sudah terlanjur duluan sampai di lantai tiga. Sedangkan pelaku, jatuh tepat berada di dekat saya. Pelaku yang jatuh, spontan kembali berdiri sambil memegang pistolnya. Kemudian pelaku menodongkan kembali pistol yang dipegangnya itu ke arah perut saya,” ungkap Hasan.

Hasan yang mulai takut, kemudian perlahan-lahan mencoba untuk membujuk pelaku agar dapat segera menghentikan aksinya itu. Namun bujukan itu tidak membuat pelaku luluh. Maling tetap menempelkan ujung pistolnya itu tepat ke arah perut Hasan.

Hasan pun bilang kepada pelaku, "Ding, sudah am, di luar banyak polisi. Mending akhiri ja sudah masalah ini dengan baik."

”Namun pelaku diam dan perlahan mundur. Sedangkan saya pun juga ikut perlahan mundur sambil mengangkat kedua tangan saya,” jelasnya.

Hasan yang sudah tidak lagi berada di depan pelaku, kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan menaiki tangga menuju lantai lima. Sesampai di lantai lima, Hasan langsung keluar dari dalam gedung menggunakan tali yang sebelumnya digunakan untuk naik oleh pelaku.

”Mau tidak mau, saya gunakan saja tali itu untuk turun dari gedung. Ternyata pelaku masuk ke dalam gedung dengan menggunakan tali tersebut,” jelas Hasan.

Kapolsek Cempaga Iptu Syaifullah mengatakan, saat pihaknya mendengar ada suara tembakan, mereka menyadari bahwa pencuri sarang burung walet membawa senjata api.

”Karena pelaku bawa senpi, saya pun akhirnya meminta bantuan kepada Mako Polres Kotim untuk segera datang ke TKP,” ujar Syaifullah saat dibincangi Radar Sampit.

Waktu terus berlalu, sementara rumah Hasan dipadati ratusan warga yang juga ikut menyaksikan peristiwa itu. Beberapa pengendara yang melintas juga mampir.

Tim gabungan mulai dari Resmob, CRT, dan jajaran Polres Kotim pun tiba di lokasi kejadian. Pihaknya kemudian langsung masuk ke dalam gedung untuk mengepung pelaku.

Warga yang berada di luar, sesekali dikejutkan dengan suara tembakan yang ada di dalam gedung. Sebagian warga juga ada yang berteriak histeris sambil mengajungkan jari tunjuknya kearah gedung. Akhirnya, satu pelaku dapat diamankan oleh jajaran Polres Kotim tersebut.

”Pelaku saat itu sedang bersembunyi di bawah tangga tepat berada di tengah-tengah pintu masuk ke dalam gedung. Kemudian, pelaku tersebut diamankan dan dibawa oleh jajaran Polres Kotim,” tutup Hasan.

Sementara itu Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel mengatakan, pencurian terjadi di Desa Patai, RT 11, RW 1, Kecamatan Cempaga, Kotim, pada Rabu (26/9).

Dari hasil kicauan tersangka, ada lima pelaku datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Lima pelaku ini memiliki peran masing-masing.

Dua orang pelaku menunggu di pinggir jalan atau memantau situasi, satu orang berjaga-jaga di sekitar gedung walet milik Hasan, dan dua orang pelaku lainnya masuk ke dalam gedung sarang burung walet.

”Ketika mereka sedang melakukan aksinya, diketahui oleh pemilik gedung. Para pelaku kemudian melarikan diri. Namun satu orang pelaku masih terjebak di dalam gedung,” ucap Rommel, Rabu malam.

Satu orang pelaku yang tertinggal di dalam gedung sarang burung walet yakni Rudianto alias Mudi (19). Rudianto diamankan beserta barang bukti senjata api rakitan, dua selongsong peluru, tojok, satu ganggang tojok, belati, jangkar, alat semprot sarang walet, satu rol tambang, tas, dua sarang burung walet, sepatu olah raga, dua pasang sendal, satu gunting, dan satu handphone.

Dari ocehan Rudianto, polisi mengantongi identitas empat pelaku lainnya. Aparat melakukan pengejaran. Hasilnya, aparat meringkus Ropi (17) di Baamang. ”Sebagian warga dari Kabupaten Seruyan. Beberapa tersangka yang berhasil lolos, masih kami lakukan pengejaran,” pungkasnya. (sir/yit)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dorrr! Polisi dan OTK Baku Tembak di Yogyakarta


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler