Kronologis Pembunuhan Eno, Pelaku Berbagi Peran

Selasa, 17 Mei 2016 – 19:22 WIB
Para pelaku pembunuhan Eno Parihah. FOTO: Boy/jpnn.com

jpnn.com - JAKARTA -- Karyawan PT Polyta Global Mandiri, Tangerang, Banten, Eno Farihah (19), dibunuh dan diperkosa tiga tersangka, Rahmad Arifin alias Arif (24), RAM alias Alm (15), dan Imam Hapriadi alias Imam (24), Jumat (13/5).

Eno ditemukan tewas bersimbah darah, dan sebuah gagang cangkul tertancap di kemaluannya. "Diduga korban pembunuhan dan perkosaan," tegas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (17/5).

BACA JUGA: Baru Tiba, Pelaku Pembunuhan Eno Diteriaki Warga: Matiin Saja!

Awi menjelaskan, dari hasil penyidikan diketahui tiga tersangka memiliki peran masing-masing. dia menyatakan, Arifin berperan menyetubuhi korban. "Dan memasukan gagang cangkul ke kemaluan korban," tegasnya.

Sedangkan RAM, lanjut dia, berperan mencangkul wajah, menggigit payudara, memegang kaki korban saat Arifin memasukan gagang cangkul ke kelamin Eno. "Serta mengambil handphone milik korban," ungkapnya.

BACA JUGA: TERUNGKAP! Ini Alasan Pelaku Tancapkan Pacul di Alat Vital Eno

Imam berperan membekap wajah korban menggunakan bantal. "Dan menyayat wajah korban menggunakan garpu makan," ujar Awi.

Motif pelaku juga berbeda-beda. Arifin kesal karena sering dikatakan jelek atau "pahit" oleh Eno. Sedangkan RAM yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP, kesal karena ajakannya bersetubuh ditolak korban. Imam kesal karena sudah melakukan pendekatan berkali-kali, namun tidak direspon korban. (boy/jpnn)

BACA JUGA: Gagal Menyetubuhi Eno, Bocah Ingusan Sempat Bakar Rokok...

Berikut kronologi peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan Eno versi polisi:

-Kamis 12 Mei 2016 sekitar pukul 23.00 WIB, tersangka RAM dan Eno sepakat janjian bertemu di kamar korban (TKP). Setelah RAM dan korban bertemu, kemudian keduanya sempat berbincang-bincang kurang lebih 30 menit.

-Selanjutnya, korban dan tersangka RAM saling berciuman. Saat itu tersangka ingin menyetubuhi korban. Namun korban menolak. Takut hamil.

-Kesal ajakan bersetubuh ditolak, RAM keluar kamar. Saat di luar, RAM bertemu tersangka Rahmad Arifin. Tak lama kemudian juga datang tersangka Imam.

-Para tersangka bersama-sama menuju kamar korban dengan maksud memerkosa korban.

-Tersangka Imam langsung membekap wajah korban menggunakan bantal. Imam menyuruh RAM mencari pisau dapur. Namun di dapur tak ada pisau. RAM keluar kamar dan menemukan cangkul  tak jauh dari kamar korban.

-RAM masuk kamar dengan membawa cangkul. Imam masih membekap wajah korban dengan bantal. Arifin masih memegang kaki korban.

-Imam menyuruh RAM memukulkan cangkul dan mengenai wajah korban. RAM sempat keluar kamar karena geli melihat kondisi korban yang sudah berdarah.

-Saat RAM keluar, Arifin menyetubuhi korban. Imam menyayat wajah korban dengan garpu makan.

-RAM yang masih kesal karena ajakan bersetubuhnya ditolak korban, masuk lagi ke kamar. RAM kemudian menggigit payudara korban hingga membekas.

-Setelah korban tidak berdaya, Arifin menyuruh RAM memegang kaki korban hingga posisi mengangkang. Arifin kemudian menancapkan gagang cangkul ke kemaluan korban.

-Setelah selesai melakukan pembunuhan, Arifin menutupi wajah, dada, perut dan kemaluan korban dengan kain baju.

-Para tersangka kabur dengan terlebih dahulu menutup engsel kamar mess yang lainnya, dengan tujuan agar penghuni mess lainnya tidak mengetahui terjadinya pembunuhan tersebut.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Begini Cara Krishna Murti Cs Ungkap Pembunuhan Eno


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler