Kronologis Pertempuran 10 Jam Pasukan Khusus dengan Abu Sayyaf

Senin, 11 April 2016 – 07:22 WIB
Tentara Filipina. Ilustrasi: AFP

jpnn.com - JAKARTA – Sebanyak 18 pasukan special militer Filipina tewas dalam konflik senjata dengan Kelompok Abu Sayyaf yang terjadi di Pulau Basilan pada Jumat (9/4).

Dari kelompok Abu Sayyaf, lima anggotanya tewas.Kondisi tersebut semakin membuat publik internasional khawatir.

BACA JUGA: Serangan ke Abu Sayyaf Gagal Total, 18 Pasukan Khusus Tewas

Menurut keterangan pers yang dirilis oleh Markas Komando Mindanao Barat, kronologis tersebut berawal saat pasukan gabungan militer di Basilan mengadakan operasi militer di pulau Basilan. 

Pada pagi 9 April, pasukan pada Batalyon Infantri ke 44 sudah menyelesaikan tujuan operasi dan sedang menyisir area. 

BACA JUGA: Pemilihan Sekjen PBB Akan Mendobrak Tradisi

Namun, saat memasuki wilayah Bangundan, Kota Tipo-tipo, pihaknya ditembaki oleh Kelompok Abu Sayyaf.

’’Pertempuran tersebut berlangsung selama 10 jam dan melibatkan Batalyon Infantri ke 44, Batalyon Pasukan Khusus ke 4, dan pasukan Kavaleri ke 14 dan kelompok penyandera (Abu Sayyaf).  Pertempuran ini menyebabkan 18 pasukan meninggal dalam aksi dan enam luka berat. Sedangkan, lima bandit dari pihak penyandera turut meninggal,’’ terang Juru Bicara Markas Komando Mindanao Barat Filemon Tan.

BACA JUGA: Siap Serang AS, Kim Jong-un: Semua Musuh dalam Jangkauan

Di antara bandit yang terbunuh, pihaknya mengidentifikasi beberapa tokoh Abu Sayyaf yang terkenal. Salah satunya Mohammad Khattab, ahli bahan peledak asal Maroko.

Menurut informasi, Khattab berada di Basilan untuk mencoba menggaet pihak Abu Sayyaf bergabung dengan jaringan teroris internasional. 

’’Selain itu, kami juga menerima laporan bahwa salah satu yang terbunuh bernama Ubaida Hapilon. Orang ini dipercaya sebagai sala satu anak dari Isnilon Hapilon (pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Red),’’ imbuhnya.

Dia pun menambahkan bahwa pihaknya juga melukai 20 pasukan dari pihak Abu Sayyaf. Diantaranya, salah satu tokoh senior Abu Sayyaf yakni Radzmil Jannatul.

Namun, korban luka dari militer pun lebih banyak. Sekitar 50 personel militer Filipina dilaporkan menjadi korban luka. Meski begitu, otoritas Filipina justru mengaku bakal terus memojokkan Kelompok Abu Sayyaf di Pulau Basilan.

’’Pasukan yang terluka sudah diantarkan ke Rumah Sakit Militer di Kota Zamboanga. Sedangkan korban meninggal akan kami antarakan ke Markas Komando Mindanao Barat. Namun, operasi militer akan kami lanjutkan untuk mencari bandit yang melarikan diri,’’ terangnya. (bil/idr)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inilah Berita-Berita Soal Irma Bule di Mancanegara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler